Bima Arya senang hotel di Bogor kembali bergairah

Ini adalah dampak dari Jokowi tinggal di Istana Bogor.

Putri Artika R
Oleh Putri Artika R - Reporter
Bima Arya senang hotel di Bogor kembali bergairah
Yuddy Chrisnandi dan Bima Arya. ©2015 merdeka.com/nurul tirsa sari

Wali Kota Bogor Bima Arya mengaku senang Presiden Joko Widodo memilih berkantor di Istana Bogor. Pemkot Bogor tidak merasa kerepotan karena di sisi lain hotel-hotel di Bogor kembali bergairah."Saya lihat dampak bagi kota Bogor positif juga karena semenjak ada larangan menteri rapat di hotel, pada Bogor drop jadi hotel-hotel sekeliling Bogor tingkat hunian anjlok sampai 20 persen," papar Bima di Istana Bogor Jawa Barat, Jumat (20/2)."Dengan adanya aktivitas meningkat ini ada dampak positif yah gairah lagi industri perhotelan ini," ujarnya lagi.Meski demikian, Bima tetap menyediakan sebuah tempat di Balai Kota sebagai ruang transit bagi tamu-tamu Presiden. "Menggunakan Balai Kota Bogor untuk istirahat jika menunggu rapat dengan Presiden karena itu saya sampaikan kepada bagian umum Balai Kota untuk siapkan tempat-tempat transit bagi tamu-tamu presiden karena tamu presiden ada yang gunakan hotel untuk istirahat tapi juga pemkot harus siapkan," ujarnya.Sebab, kata Bima, jika harus terus menerus sewa hotel maka dikhawatirkan akan memboroskan anggaran. "Daripada sewa hotel, sama saya kira lebih hemat menunggu di kantor pemerintah," ujarnya.Bima menambahkan, Presiden Jokowi juga komitmen memberikan bantuan berupa bus untuk menampung para tamu negara yang hendak ke Istana Bogor. "Tadi presiden siapkan bantuan 100 bus untuk Bogor. Presiden komit kasih 100 bus dari pemerintah pusat," ujarnya.

Rekomendasi