Sekelompok orang diduga preman menyerang kampung majelis Azzikra pimpinan Ustaz Arifin Ilham di Sentul, Bogor, Rabu (11/2) malam. Dalam insiden penyerangan tersebut, seorang sekuriti Azzikra, Faisal Salim dipukuli hingga babak belur oleh kelompok penyerang yang berjumlah puluhan itu."Mereka pertama kali datang menanyakan siapa yang memasang spanduk yang bertuliskan (anti Syiah)" kata Ketua Divisi Dakwah dan Pendidikan Azzikra, Syaifudin Ahmad Suhada kepada merdeka.com, Kamis (12/2).Tak puas dengan jawaban Faisal, satu jam kemudian mereka datang membawa teman-temannya. Jumlahnya sekitar 40 orang. Dengan memasang muka garang, mereka memaksa untuk mencari orang yang memasang spanduk bertuliskan anti Syiah itu.Sekuriti langsung mengarahkan ke rumah RT dan RW. "Ketua RT kemudian mengantar ke rumah Pak Faisal di Jalan Tawadhu Kelurahan Babakan Madang, Kecamatan Cibinong, Bogor, Jawa Barat," ujarnya.
Advertisement
Puluhan orang itu kemudian mendesak agar Faisal segera menurunkan spanduk bertuliskan anti Syiah. Namun Faisal menolak. Sempat terjadi adu mulut hingga akhirnya terjadi kekerasan.
"Pak Faisal dipukuli, ditendang lalu diseret. Bahkan dipukuli di depan anaknya yang masih SD kelas 4. Dan anaknya satu lagi duduk di bangku kuliah. Melihat itu anaknya langsung menangis," katanya.Awalnya massa tersulut emosi setelah salah satu dari mereka ada yang pura-pura jatuh. Massa lain kemudian menghasut bahwa pelaku pemukulan dilakukan oleh Faisal. "Setelah itu Faisal dipukuli sampai babak belur," jelasnya.Faisal kemudian dibawa oleh massa ke Polsek Babakan Madang dengan tuduhan melakukan penganiayaan. Hilangnya Faisal ini langsung menyulut emosi Majelis Zikir Azzikra. Saat kejadian, warga Majelis Azzikra banyak yang tidak mendengar karena terjadi pada tengah malam.Warga kemudian ramai-ramai mencari Faisal. Setelah dicari ternyata berada di Polsek Babakan Madang. "Sekarang kondisi diobati di rumah BMC Bogor. Setelah itu lagi di BAP di Polres. Dia sebagai korban," ujarnya.Lalu benarkah Syiah berada di balik penyerangan kampung zikir yang dipimpin oleh Ustaz Arifin Ilham?
Advertisement
Direktur Eksekutif Maarif Institute Fajar Riza Ul Haq menilai terdapat kejanggalan dalam penyerangan tersebut. Dia mengatakan kejanggalan tersebut yaitu pertama, selama ini belum pernah terjadi Syiah melakukan aksi intimidasi apalagi teror terhadap kelompok-kelompok mayoritas."Insiden harus disikapi dengan pikiran jernih. Ada beberapa kejanggalan," kata Rizal kepada wartawan di Jakarta, Kamis (12/2).
"Itu bunuh diri jika benar kelompok Syiah yang melakukan aksi premanisme. Justru yang terjadi selama ini kan mereka sering kali menjadi korban karena minoritas yang dianggap sesat. Kasus Sampang contoh nyata," kata dia.Kedua, Syiah di Indonesia sedang dalam sorotan seiring konflik-konflik sektarian di Timur Tengah yang melibatkan kelompok Syiah dan Sunni.
Advertisement
Fatwa sesat yang dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia (MUI), dikatakannya telah membuat Syiah dicurigai dan mudah untuk dikambinghitamkan."Sikap Arifin Ilham selaku pimpinan Majelis Dzikir Az-zikra yang menyerahkan proses hukum para pelaku penyerangan kepada kepolisian patut diapresiasi," katanya.Untuk itu, Fajar meminta polisi untuk mengusut dan menuntaskan kasus ini sesegera mungkin agar permasalahan tidak merembet ke mana-mana.Sementara itu puluhan orang yang melakukan penyerangan masih diperiksa di Mapolres Bogor. Hingga pukul 21.00 WIB, puluhan orang yang disebut-sebut preman bayaran itu masih berstatus saksi.Namun siapa mereka? "Saya ini bukan syiah, saya cinta NKRI," ujar seorang laki-laki yang diperiksa kepada wartawan.
Advertisement
Dia enggan menyebutkan namanya kepada wartawan yang mewawancarainya dari kejauhan itu. pria itu juga enggan banyak berkomentar perihal penyerangan yang dilakukannya bersama puluhan teman lainnya ke kampung zikir."Nggak tahu lah," ujar pria itu saat disinggung soal nama seorang habib di balik penyerangan itu.Polisi sendiri belum membeberkan lebih jauh hasil pemeriksaan puluhan orang yang menyerang itu. Motif dan siapa pelaku masih gelap.