Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo langsung mengamuk saat melakukan kunjungan kerja di RSUD Brebes di Jalan Jenderal Soedirman, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Ganjar ngamuk saat melihat kondisi ruang ICU rumah sakit tersebut terdapat selokan yang digenangi dengan air kotor serta banyak jentik nyamuknya.
Jentik nyamuk ini merupakan pemicu berkembangbiakan nyamuk aidest aigepty yang menyebabkan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).
"Ini nggak bener ini! Ini nggak bener ini! Masak kita kampanyekan 3M (Menguras, Menutup dan Mengubur) ini," tegas Ganjar Pranowo sambil menunjuk genangan air yang dikerubuti oleh puluhan nyamuk di selokan sepanjang RSUD Brebes yang didampingi Bupati Brebes Idza Priyanti dan pihak pengelola RSUD Brebes.
Bahkan, untuk meyakinkan genangan penuh dengan jentik sepanjang kurang lebih 500 meter itu, Ganjar sampai-sampai harus jongkok dan berkali-kali menunjuk selokan penuh dengan genangan air tersebut.
"Jangan sampai malah nanti di rumah sakit yang jadi sarang nyamuk, ada yang terserang DBD di sini. Nggak bener ini!" tegas Ganjar.
Selain marah-marah karena genangan air penuh dengan jentik nyamuk, Ganjar saat keluar dari ruang ICU RSUD Brebes yang ada di samping belakang juga mengeluhkan kondisi bangunan RSUD Brebes yang buruk.
Lantai rumah sakit penuh dengan lubang yang sudah ditambal terlebih dahulu sebelum gubernur dari PDIP datang mengunjungi RSUD Brebes itu.
"Ya begitu itu, kalau nggak ditunggoni, dipentelengi, bangunannya jadinya semennya kurang. Tolong mumpung belum dibangun, nanti kalau dibangun ditungguin itu supaya semennya nggak kurang," seloroh Ganjar ke pihak rumah sakit dan Bupati Brebes.
Usai mengakhiri kunjungannya Ganjar Pranowo mengungkapkan segala lapisan masyarakat yang ada di Brebes harus sigap secara bersama-sama untuk memberantas penyakit DBD. Apalagi, Kabupaten Brebes berada di urutan pertama terkait korban dan warga yang terserang penyakit DBD.
"Segala lapisan masyarakat, pemerintah baik itu Dinas Kesehatan, Bupati, Wali kota, pihak rumah sakit dan lainnya harus gerakan rakyatnya untuk 3M. Itu intinya tidak cuman fogging. Foggang fogging tidak beres nggo opo," ungkapnya kepada wartawan.
Ganjar berharap paska kunjungannya ke RSUD Brebes, persoalan kematian yang tinggi karena serangan wabah penyakit DBD harus segera tertangani.
"Kita harus bikin hari ini Brebes tidak ada jentik. Kalau kita peduli saja, masing-masing rumah kita sudah beres. Kita mau mengontrol dah selesai persoalan itu. Rumah sakit harus siapkan itu," paparnya.
Selain soal buruknya kualitas bangunan RSUD Brebes, Ganjar juga mengeluhkan tentang standar operasional (SOP) penanganan RSUD Brebes yang masih banyak dikeluhkan pasien.
Termasuk, sempitnya ruang penanganan pasien di bagian Unit Gawat Darurat (UGD) dan ICU yang tidak memenuhi syarat. Akibatnya banyak pasien yang harus menunggu di bagian luar ruang penanganan.