Kubu calon Kapolri Komjen Pol Budi Gunawan mempertanyakan pernyataan Ketua Tim Independen Buya Syafii Maarif yang meminta agar Kompolnas memasukkan nama Komjen Saud Usman Nasution dan Komjen Suhardi Alius ke dalam bursa calon Kapolri, menggantikan Komjen Budi Gunawan jika nantinya Presiden Joko Widodo batal melantiknya.Melalui kuasa hukumnya Razman Arif Nasution, kubu Komjen Pol Budi Gunawan menuding ocehan mantan ketua umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu mewakili personal dan bukan anggota Tim Sembilan."Saya dengan tim kaget ketika Syafi'i Maarif kepala BNPT Saud Usman Nasution sebagai calon Kapolri. Ini kewenangan Kompolnas bukan kewengan Syafii," kata Razman di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Senin (9/2).Menurut Razman, kalaupun pernyataan tersebut mewakili tim sembilan tetap tidak sah. Sebab, hingga saat ini surat keputusan presiden atas tim yang dibentuk guna menyelesaikan konflik antara Polri dan KPK itu tidak ada."Kewenangan Tim Sembilan yang tidak jelas landasan kedudukan hukumnya itu hanya didengar sedemikan rupa dan diminta presiden," ujar dia.Dengan begitu, menurut Razman, sudah dua kali tokoh Muhammadyah tersebut melakukan blunder."Pertama menyatakan bahwa presiden menghubungi beliau dan menyatakan tidak ada pelantikan Budi Gunawan. Ini di luar koridor, dan konteks serta kewenangan beliau. Kemudian menyebut Pak Saud Usman sebagai calon Kapolri," tandasnya.Sebelumnya diberitakan, Kompolnas merekomendasikan empat nama baru calon Kapolri menggantikan Komjen Budi Gunawan yang disebut-sebut batal dilantik Presiden Jokowi. Mereka adalah Wakapolri Komjen Badrodin Haiti, Kabaharkam Komjen Putut Eko Bayuseno, Irwasum Komjen Dwi Priyatno, dan Kabareskrim Komjen Budi Waseso.Lalu pada Jumat (6/2) kemarin, Kompolnas mendatangi ruang kerja masing-masing empat jenderal bintang tiga tersebut. Kedatangan mereka guna mengetahui visi misi dan rencana kerja sama dengan lembaga penegak hukum lain.Kompolnas menyebut para kandidat tersebut mempunyai peluang sama menjadi Kapolri. Namun Ketua Tim Sembilan Buya Safii Maarif merekomendasikan nama alternatif sebagai pengganti Komjen Budi Gunawan.Mereka adalah Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) Komjen Saud Usman Nasution dan bekas Kabareskrim Komjen Suhardi Alius. Buya menilai kedua sosok Jenderal bintang tiga tersebut layak masuk dalam bursa calon Kapolri karena dinilai cukup bersih dan dapat bekerja sama dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).Sebelum pernyataan Buya Muncul, sebetulnya kedua nama tersebut juga pernah disebut masuk dalam perwira tinggi lain yang diajukan Kompolnas kepada Presiden Jokowi menggantikan Jenderal Sutarman.Nama keduanya bersanding dengan nama Wakapolri Komjen Badrodin Haiti, Sestama Lemhamnas Boy Salamuddin, Kabaintelkam Djoko Mukti Haryono, dan Kepala BNN Anang Iskandar. Kalemdikpol Komjen Budi Gunawan, Kabaharkam Komjen Putut Eko Bayuseno, Irwasum Komjen Dwi Priyatno.Dari deretan nama Pati tersebut Presiden Jokowi lebih memilih Kalemdikpol Komjen Budi Gunawan. Tetapi penetapan Komjen Budi Gunawan sebagai Kapolri tersendat setelah ditetapkan tersangka dugaan kepemilikan rekening tak wajar oleh KPK.
Kubu Komjen Budi Gunawan sebut Syafii Maarif dua kali blunder
Kubu Budi Gunawan kaget Syafii Maarif mengusulkan Saud Usman dan Suhardi Alius menjadi calon Kapolri.
Rekomendasi