Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad menyangkal seluruh tudingan diarahkan kepadanya mulai dari skandal foto dengan Puteri Indonesia 2014, perempuan bernama Feriyani, dan seorang anak Jenderal TNI berinisial RNH. Dia bahkan menyatakan mempersilakan bagian Pengawasan Internal dan Pengaduan Masyarakat memeriksanya, bahkan kalau perlu membentuk komite etik.Samad juga menyangkal pernah menemui beberapa elite Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan menekan mereka supaya dia dipasangkan dengan Presiden Joko Widodo, dengan imbalan meringankan tuntutan perkara mantan Bendahara Umum PDIP, Izedrik Emir Moeis. Dia menyatakan hal itu adalah fitnah."Saya sama sekali tidak pernah menjanjikan atau membantu penanganan salah satu kasus yang sedang ditangani KPK. Ini ujian bagi integritas saya dan integritas KPK," kata Samad dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Senin (2/1).Samad menyatakan dia berani diperiksa oleh Komite Etik buat kedua kalinya. Dia bahkan sudah memerintahkan bagian pengawasan internal memeriksanya supaya permasalahan dia dan pimpinan lainnya selesai."Saya dan pimpinan lain telah mempersilakan bagian pengawasan internal KPK untuk melakukan tindakan-tindakan yang diperlukan. Jadi saya mempersilakan ada unit pengawasan internal kita untuk melakukan penelitian-penelitian lebih jauh terhadap seluruh pimpinan KPK," ujar Samad.Samad mengatakan, upaya kriminalisasi seluruh pimpinan KPK sangat terkait erat dengan kasus melilit Komisaris Jenderal Polisi Budi Gunawan. Menurut dia, keterkaitan itu sulit dibantah."Sulit dibantah bahwa itu erat hubungannya dengan penetapan BG sebagai tersangka. Ini ada tujuan-tujuan. Laporan-laporan pidana yang ditujukan kepada seluruh pimpinan KPK ini adalah tujuan-tujuan untuk mengkriminalisasi, dan sulit dibantah tidak ada hubungannya dengan penetapan BG sebagai tersangka," sambung Samad.
Bantah main perkara, Abraham Samad rela diperiksa Komite Etik KPK
"Ini ujian bagi integritas saya dan integritas KPK," kata Samad.
Rekomendasi