Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kemarin mengadakan reuni dengan wakil presiden dan menteri Kabinet Indonesia Bersatu II. Dalam reuni yang disebut sebagai temu kangen tersebut hadir mantan wakil presiden dan sejumlah menteri.
Acara temu kangen tersebut kemudian ke dalam Facebook oleh mantan Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Denny Indrayana. Dalam foto tersebut, tampak SBY yang mengenakan kemeja lengan panjang berwarna merah tengah berbicara dengan mantan anak buahnya.
"Reuni santai dng Pak SBY di Cikeas pagi ini," tulis Denny, Selasa (21/1).
Sementara, tiga orang terlihat dalam foto yang duduk di barisan terdepan adalah mantan Wakil Presiden Boediono, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Hatta Rajasa, dan Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan.
Melalui akun Twitter-nya, Denny Indrayana juga mengunggah foto pertemuan di Cikeas tersebut. Meski disebut hanya temu kangen, namun SBY tampak serius sedang memaparkan presentasi dengan proyektor dan berdiri di depan sambil memegang mik.
Dikonfirmasi terkait hal ini, Mantan Menteri Koperasi dan UKM, Syarief Hasan mengatakan, pertemuan di Cikeas hanya sekadar temu kangen dengan pada mantan menteri. Dalam hal ini, sekaligus juga SBY memaparkan tentang kondisi geopolitik Indonesia dan internasional.
"Pak SBY menyampaikan pandangan geopolitik dan ekonomi dan kekuatan Indonesia bagaimana dengan Amerika dengan Kuba, bagaimana dengan Uni Soviet dengan Tiongkok, bagaimana dengan ASEAN, kemudian pengaruh kepada Indonesia," kata Syarief saat dihubungi, Rabu (21/1) kemarin.
Dia menjelaskan, pandangan ini dirasa penting bagi para mantan menteri SBY. Sebab, para menteri saat ini sudah memiliki kegiatan masing-masing yang dirasa manfaat untuk memahami kondisi geopolitik terkini.
"Ini kan banyak mantan menteri yang sekarang jadi pengusaha, ada yang jadi dosen, ada yang kembali jadi politisi, jadi sudah menyebar," terang Syarief.
Tidak hanya bicara tentang geopolitik, SBY juga berpesan agar para mantan menteri ini berkenan membantu pemerintahan Presiden Jokowi ke depan. Namun, lanjut Syarief, bantuan dilakukan jika diminta oleh Jokowi.
"Pesannya supaya menghadapi semua itu, untuk kesuksesan pemerintahan berikan kontribusi dan saran apabila diminta supaya pemerintah berjalan dengan baik. Kalau diminta loh," kata Syarief saat dihubungi.
Syarief juga menceritakan, pertemuan itu sekaligus dalam rangka SBY berterimakasih kepada para pimpinan partai politik yang sudah mengesahkan Perppu No 1 Tahun 2014 tentang Pilkada di DPR. Perppu itu dikeluarkan pada masa pemerintahan SBY sebagai pengganti UU Pilkada lewat DPRD.
"SBY memberikan ucapan terima kasih kepada anggota DPR karena Perppu Pilkada sudah menjadi UU," terang dia.
Ketua harian Partai Demokrat ini membantah jika pertemuan itu membahas tentang isu politik terkini. Termasuk soal kisruh internal Polri dan kabar pembersihan orang-orang SBY oleh Jokowi, Syarief menegaskan, hal itu sama sekali tidak dibahas.
"Enggak ada sama sekali, enggak ada dibahas tentang itu," terang dia
Advertisement
Sebelumnya, acara reuni juga pernah dilakukan SBY saat dirinya beserta ibu Ani dan Kabinet Indonesia Bersatu II di Bandung, Jawa Barat. Senin (10/11), SBY bersama pembantunya mengadakan makan siang di rumah makan Ampera di Bandung. Dalam akun Facebook pribadinya, SBY menuliskan, ketika mengandung Agus Yudhoyono, Ibu Ani sering ngidam makan di RM Ampera.
Dalam akun Facebook pribadinya, SBY menuliskan, "Menikmati masakan RM Ampera, Bandung. Saat hamil Agus, Ibu Ani sering ngidam makan di Ampera Kebon Kalapa."
Selama di Bandung, SBY dan Kabinet Indonesia Bersatu II juga mengunjungi Trans Studio Bandung. Kunjungan tersebut kemudian diunggah Ibu Ani melalui akun Instagram pribadinya.
Dalam foto yang diunggah Selasa (11/11/2014) pagi, Ibu Ani menuliskan, "Boleh dong sekali-kali menikmati masa purna tugas bersama teman-teman."
Tampak beberapa mantan menteri Kabinet Indonesia Bersatu II, seperti Chairul Tanjung, Roy Suryo, Sudi Silalahi, Syarief Hasan, Sharif Cicip Sutardjo, M Nuh, Mari Elka Pangestu, mantan Panglima TNI Agus Suhartono, Marty Natalegawa, Tifatul Sembiring, Dipo Alam, mantan Kapolri Timur Pradopo, mantan Jaksa Agung Basrief Arief.