Kelakuan Christopher mengemudi mobil Outlander membuat nyawa empat orang melayang. Terlebih dia sudah dipastikan positif dalam pengaruh narkoba saat mengendarai mobil tersebut.Kejadian Outlander maut semalam mengingatkan pada beberapa kecelakaan serupa. Yang paling mirip adalah kasus Afriani Susanti yang merenggut sembilan nyawa. Saat itu wanita bertubuh tambun ini mengendarai Xenia dengan kecepatan tinggi dan berada di bawah pengaruh sabu-sabu.Namun, akibat kelalaiannya yang menyebabkan nyawa melayang, Afriani tidak dikenakan pasal pelanggaran lalu lintas. Afriani diganjar dengan pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan. Lalu mungkinkah nasib Christopher si pengendara Outlander maut bisa dijerat pasal pembunuhan?"Ah nanti saja kita dalami itu harus ada pemilihan persangkaan (pasal)," jawab Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Martinus Sitompul saat dihubungi merdeka.com, Rabu (21/1).Untuk diketahui saat kejadian, Christopher bersama tiga temannya Mohammad Ali, Sandy dan seorang wanita yang belum diketahui identitasnya berangkat dari Pacific Place, Jakarta Selatan.Sesampainya di daerah Mayestik, Mohammad Ali si pemilik kendaraan meminta turun. Kemudian Christopher melanjutkan perjalanan. Entah karena permasalahan apa, Christopher terlibat adu mulut dengan Sandy."Si Christopher ini cekcok di dalam (mobil) meminta kendali supir," ungkap petugas Polres Jakarta Selatan, Brigadir Sigit Budi kepada wartawan, Rabu (21/1) dini hari.Sandy lantas mencoba menghubungi Ali, menjelaskan perihal adu mulut tersebut. Christopher yang mengetahui hal itu tidak terima, melarang Sandy untuk menelepon, berebut ponsel hingga akhirnya mencekik Sandy.Christopher yang berhasil merebut HP dari tangan Sandy, lantas membuang saat mobil yang dikendarai sampai di underpass Gandaria. Sandy yang tidak terima, memilih turun dari mobil untuk mengambil HP.Tetapi ketika turun dari mobil, Christopher tancap gas meninggalkan rekannya tersebut sendiri. Kemudian peristiwa itu terjadi.
Narkoba, sopir Outlander bisa dijerat pembunuhan seperti Afriani?
Christoper dan Afriani sama-sama dalam pengaruh narkoba dalam mengemudi kendaraan maut.
Rekomendasi