TNI AL janji tetap lanjutkan pencarian pesawat & jenazah AirAsia

Operasi hanya bisa dihentikan jika ada perintah langsung dari presiden.

Rizky Andwika
Oleh Rizky Andwika - Reporter
TNI AL janji tetap lanjutkan pencarian pesawat & jenazah AirAsia
Pencarian AirAsia QZ8501. ©AFP PHOTO/Pool

Tanpa perlu memakan waktu lama, tim SAR gabungan kembali berhasil mengangkat cockpit voice recorder (CVR). CVR ini merupakan salah satu bagian dari black box AirAsia QZ8501, satu bagian dengan flight data recorder (FDR).Panglima Koarmabar Laksamana Muda TNI Widodo memastikan kelanjutan operasi penyelamatan dan pencarian korban dan pesawat AirAsia tetap dilakukan. Meski begitu, penghentian atau kelanjutan operasi sepenuhnya berada di tangan presiden. "Untuk operasi SAR ini kita akan ikuti komando dari pemerintah," kata Widodo saat menggelar konferensi pers di Lanud Iskandar, Pangkalanbun, Kalimantan Tengah, Selasa (13/1). Widodo menegaskan, apabila tidak ada perintah dari presiden untuk menghentikan pencarian, TNI tetap berupaya mencari badan pesawat dan jenazah lain yang belum ditemukan. Oleh karena itu, kapal-kapal yang berada di Selat Karimata masih bersiaga. "Untuk dilanjutkan atau tidak. Sebelum ada aba-aba dihentikan, TNI akan terus berupaya mencari main body pesawat dan korban-korban yang belum ditemukan. Di tengah laut ada 11 KRI, ada 2 kapal perang AS, 2 kapal Malaysia dan 2 kapal Singapura," tegasnya. Seperti diketahui, Cockpit Voice Recorder (CVR), yang merupakan bagian dari kotak hitam atau black box, pesawat AirAsia QZ8501 akhirnya berhasil ditemukan. Lokasi ditemukannya CVR tersebut berjarak 3-4 km dari lokasi tempat ditemukannya ekor pesawat, serta berjarak sekitar kurang lebih 500 meter dari lokasi ditemukannya Flight Data Recorder (FDR).

Rekomendasi