Kasus ancaman dan penodongan pisau yang dilakukan anggota DPRD Ogan Komering Ulu (OKU), Sumsel, Mulawarman terhadap Kabag Umum Sekwan, Zahrun, akhirnya berbuntut panjang. Sebab, Zahrun melaporkan kasus itu ke polisi.Kepada petugas, Zahrun mengaku tidak terima sikap premanisme yang dilakukan anggota dewan dari fraksi Partai Nasdem tersebut. Apalagi, tindakannya sudah mengancam keselamatannya sehingga membuatnya masih shock hingga saat ini."Saya tak terima diperlakukan seperti itu. Sampai sekarang saya masih shock," ungkap Zahrun saat melapor ke SPKT Polres OKU, Rabu (7/1).Zahrun menjelaskan, sebelum menodongkan pisau ke dadanya, terlapor membentaknya. Bahkan mengebrak meja ruang fraksi Partai Nasdem tersebut. Barulah, terlapor mengambil pisau dari pinggangnya dan mengacungkan ke dada Zahrun."Saya kaget dia todongkan pisau, di dada saya. Saya cuma diam saja dan menyabarkannya. Alhamdulillah, tidak sampai ditusukkannya," pungkasnya.Kasat Reskrim Polres OKU AKP Rivanda membenarkan laporan tersebut. Kini pihaknya akan memanggil terlapor untuk dimintai keterangan."Laporannya sudah kita terima dan akan ditindaklanjuti," tukasnya.Diberitakan sebelumnya, Mulawarman menodongkan pisau yang diambil dari pinggangnya ke dada Zahrun di ruang kerjanya, Senin (5/1) pukul 11.00 WIB. Saat itu, Mulawarman memanggil korban untuk menanyakan soal uang seragam yang hanya diberikan sebesar Rp 5 juta. Padahal, setiap anggota seharusnya dewan mendapat Rp 7,6 juta.Zahrun dan Mulawarman beradu mulut. Terlalu emosi, Mulawarman mengeluarkan pisau dari pinggangnya dan mengacungkan ke dada Zahrun. Beruntung, Zahrun diam saja sehingga Mulawarman mengurungkan niatnya menusukkan pisau itu.
Tak terima ditodong pisau, Zahrun polisikan anggota DPRD OKU
Zahrun mengaku tidak terima sikap premanisme yang dilakukan anggota dewan dari fraksi Partai Nasdem tersebut.
Rekomendasi