Warga Kumai protes lokasi AirAsia jatuh disebut di Pangkalanbun

"Di sini bukan Pangkalanbun. Masih masuk Kabupaten Kotawaringin Barat," kata salah satu warga.

Sri Wiyanti
Oleh Sri Wiyanti - Reporter
Warga Kumai protes lokasi AirAsia jatuh disebut di Pangkalanbun
Basarnas cari AirAsia. ©2014 merdeka.com/imam buhori

Lokasi jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501 di perairan Pangkalanbun, Kalimantan Tangah ternyata menuai keberatan dari warga setempat. Keberatan warga karena nama Pangkalanbun yang kerap digunakan media untuk menunjukkan lokasi jatuhnya pesawat milik maskapai penerbangan asal Malaysia tersebut. Seorang warga Kecamatan Kumai, Kotawaringin Barat memprotes wartawan yang memberitakan lokasi tempat tinggalnya sebagai Pangkalanbun. "Di sini bukan Pangkalanbun. Masih masuk Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, tetapi bukan Pangkalanbun," kata salah satu laki-laki di Pelabuhan Panglima Utar, Kumai, Kalimantan Tengah, seperti dikutip dari Antara, Sabtu (3/1).Dirinya meminta media tidak menyebut Pelabuhan Panglima Utar berlokasi di Pangkalanbun, meski warga tersebut membenarkan bahwa Pangkalanbun adalah ibu kota Kabupaten Kotawaringin Barat. Menurutnya, pemberitaan di televisi kebanyakan tidak membedakan antara Pangkalanbun dengan Kumai.Kotawaringin Barat menjadi perhatian publik karena menjadi pusat proses pencarian dan evakuasi AirAsia. Titik-titik yang menjadi lokasi peliputan media adalah Pelabuhan Panglima Utar yang berlokasi di Kecamatan Kumai dan Pangkalan Udara Iskandar serta Rumah Sakit Sultan Imanuddin yang berada di Kecamatan Pangkalan Bun dan merupakan ibu kota Kabupaten Kotawaringin Barat.Pesawat AirAsia Indonesia QZ8501 rute Surabaya-Singapura dilaporkan hilang kontak dari pusat pengendali lalu lintas udara pada Minggu (28/12). Pesawat QZ8501 berjenis Airbus A320-200 dengan registrasi PK-AXC membawa 155 penumpang terdiri dari 137 orang dewasa, 17 anak-anak, dan satu bayi. Selain itu, juga terdapat dua pilot, empat awak kabin dan satu teknisi.Tim gabungan pencarian dan penyelamatan mulai mendapatkan titik terang setelah menemukan serpihan pesawat dan jenazah sejak Selasa (31/12). Badan SAR Nasional (Basarnas) telah mengonfirmasi bahwa yang ditemukan adalah serpihan pesawat AirAsia dan jenazah penumpangnya.

Rekomendasi