Bencana kemanusiaan di Aceh akibat gempa yang disusul tsunami 10 tahun silam ternyata berbuntut panjang. Setelah tiba di Aceh sehari setelah gempa dan tsunami menyapu bersih Banda Aceh, Wakil Presiden Jusuf Kalla, saat itu khawatir terhadap sikap masyarakat Aceh yang trauma dan terlalu berharap pada bantuan asing sehingga hanya menunggu dan patah semangat. Kondisi ini dinilai JK akan menjadi kendala di kemudian hari.Selain itu, potensi konflik dengan anggota Gerakan Aceh Merdeka (GAM) bisa menyebabkan semua orang asing hengkang dari Aceh apabila ada yang terbunuh atau diculik. Pekan pertama setelah tsunami saja setidaknya terjadi satu kali penculikan dan dua kali kontak senjata dengan GAM. Penculikan terjadi pada hari kelima terhadap petugas medis dari Dinas Kesehatan Nangroe Aceh Darussalam (NAD), dr Mulya.JK melaporkan kepada Presiden SBY tentang komunikasi untuk menyelesaikan masalah secara damai dengan Panglima GAM, Muzakkir Manaf yang telah dilakukan pada 7 Januari 2005, meski keputusan dari komunikasi tersebut masih tergantung pada pucuk pimpinan GAM di Swedia.Dalam memonya kepada Presiden SBY, JK menuliskan, komunikasi dengan pimpinan GAM di Swedia sudah terjalin melalui mantan Presiden Finlandia, Martti Ahtisaari. Diplomat unggul ini telah bertemu dengan tiga tokoh kunci, yakni Perdana Menteri Malik Mahmud, Menteri Luar Negeri Zaini Abdullah, dan Menteri Dalam Negeri Bakhtiar Abdullah, pada 7 Januari 2005.Memo tersebut membuat SBY memutuskan untuk mengunjungi Istana Wakil Presiden tempat JK berkantor di Jl. Medan Merdeka Selatan, pada 10 Januari 2005 dan berdiskusi dengan JK membahas memo tersebut.Sepanjang lima tahun duet pasangan SBY-JK, inilah satu-satunya kunjungan Presiden SBY ke kantor wakilnya.Bersama SBY, JK mengulas dan menegaskan kembali bahwa tidak mungkin membangun kembali Aceh tanpa kepastian keamanan, tanpa adanya perdamaian dengan GAM. JK memperhitungkan, kegiatan tanggap darurat saja membutuhkan waktu sekitar satu tahun, belum lagi kegiatan rehabilitasi berupa perbaikan sarana dan prasarana yang rusak bisa memakan tempo hingga 1,5 tahun. Sementara kegiatan rekonstruksi diperkirakan memakan waktu hingga lima tahun.JK sendiri menyaksikan prajurit TNI membersihkan kota dan mengubur para jenazah sambil menyandang senjata. Mereka tidak leluasa bekerja."Bagaimana kita bisa membangun Aceh kalau truk semen, pasir, dan batu dibajak di tengah jalan? Kalau Bapak Presiden kasih kewenangan untuk menyelesaikannya, saya segera laksanakan," ucap JK seperti tertuang dalam buku Ombak Perdamaian, Inisiatif dan Peran JK Mendamaikan Aceh, dikutip merdeka.com, Jumat (26/12).SBY pun mengangguk, memberikan persetujuan.Usai bertemu JK, Presiden SBY langsung menggelar pertemuan dengan lima duta besar yang disarankan JK dalam memonya, yakni Lynn B. Pascoe (AS), Yutaka Limura (Jepang), Edward Lee (Singapura), Charles Humprey (Inggris), dan Lennart Linner (Swedia). Ikut diundang dalam pertemuan tersebut, Kuasa Usaha Libya, Ali Mabrouk al-Sheriqy.Usai bertemu SBY, rombongan yang sama menemui Wapres JK. JK menjelaskan setiap negara yang diundang memiliki peran masing-masing dalam upaya perdamaian dengan GAM.Swedia adalah negara tempat pimpinan GAM (Hasan Tiro, Zaini Abdullah, dan Bakhtiar Abdulla) melekatkan kewarganegaraannya. Libya merupakan negara yang pernah memberikan bantuan latihan militer kepada GAM. AS diharapkan bisa menggunakan pengaruh politiknya di komunitas internasional. Begitu pula dengan Jepang sebagai salah satu kekuatan ekonomi terbesar di dunia.Dubes Singapura, Edward Lee mempertanyakan keterlibatan negara dalam diskusi soal GAM saat itu. JK langsung menjawab, "Karena Perdana Menteri GAM, Malik Mahmud adalah warga negara Singapura," ucap JK.Lee mempertanyakan ucapan JK tersebut. Namun dengan lantang JK kembali menjawab, "Hingga kini Malik Mahmud masih menjadi warga negara Singapura dan memegang paspor Singapura, kendati ia bermukim di Swedia. Ia adalah warga negara anda, karena itu anda harus bantu Pemerintah Indonesia untuk mengatasi warga anda yang satu ini," tutur JK.
Kerja keras JK berdamai dengan GAM demi rekonstruksi Aceh
Keberadaan GAM membuat JK khawatir keselamatan relawan dan personel TNI pasca-tsunami Aceh.
Rekomendasi