Anggota Komisi IX DPR Okky Asokawati mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar memperjuangkan kaum perempuan terutama ibu-ibu. Di Hari Ibu pada 22 Desember, Jokowi diminta agar pemerintah memperjuangkan penambahan alokasi cuti pada perempuan."Bukan mengurangi jam kerja yang justru akan menutup peluang bagi para ibu profesional menduduki posisi yang setara dengan para laki-laki di tempat kerja," kata Okky dalma keterangan tertulisnya kepada merdeka.com, Senin (22/12).Peringatan hari ibu pada 22 Desember hari ini semestinya menjadi momentum bagi pemerintahan Joko Widodo untuk memastikan kualitas ibu di Indonesia. Selain itu, target Millennium Development Goals (MDGs) pada tahun 2015 semestinya dapat terlaksana dengan baik di pemerintahan Jokowi. "Target penurunan angka kematian anak yang ditargetkan mengurangi 2/3 rasio kematian anak balita serta meningkatkan kesehatan ibu dengan mengurangi 2/3 rasio kematian ibu. Pemerintahan Jokowi harus memastikan target MDGs pada 2015 harus tercapai dengan baik," ujarnya.Tidak itu saja, bonus demografi yang dimiliki oleh Indonesia pada tahun 2020-2030 harus dari sekarang dipersiapkan oleh pemerintah. Salah satu cara untuk memastikan bonus demografi dengan memastikan kesehatan para ibu. "Peran ibu dalam menyiapkan generasi ke depan memiliki peran yang sangat vital. Ancaman bonus demografi seperti HIV/AIDS, narkoba dan miras harus diantisipasi serius oleh pemerintah," katanya.
Jokowi didesak tambah cuti buat ibu, bukan mengurangi jam kerja
"Mengurangi jam kerja menutup peluang bagi para ibu profesional menduduki posisi setara dengan laki-laki," kata Okky.
Rekomendasi