Dakwaan Machfud gagal ungkap peran Cikeas di Hambalang

Purnomo menyangkal dia pernah bekerja sebagai Kepala Rumah Tangga kediaman SBY.

Aryo Putranto Saptohutomo
Dakwaan Machfud gagal ungkap peran Cikeas di Hambalang
Machfud Suroso diperiksa KPK. ©2014 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Jaksa Penuntut Umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memaparkan aliran duit korupsi terdakwa proyek Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olah Raga Nasional di Desa Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Machfud Suroso. Tetapi, berkas dakwaan Direktur Utama PT Dutasari Citralaras gagal mengungkap dugaan keterlibatan pihak Cikeas dalam perkara itu.Di dalam berkas dakwaan Machfud dibacakan jaksa penuntut umum pada KPK, dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (18/12), hanya terdapat sebuah petunjuk. Yakni aliran uang dari Direktur CV Rifa Medika sekaligus anggota tim asistensi Kemenpora di proyek Hambalang, Lisa Lukitawati Isa, kepada seseorang bernama Arief Gundul."Diberikan kepada Arief Gundul melalui Lisa Lukitawati Isa sebesar Rp 2,5 miliar," kata Jaksa Fitroh Rohcahyanto.Uang itu adalah setoran komisi proyek Hambalang dikumpulkan oleh Machfud. Dia lantas membagi-bagikan uang itu kepada beberapa pejabat dan korporasi terlibat dalam proyek itu.Dalam persidangan kasus Hambalang dengan terdakwa mantan Kepala Biro Perencanaan dan Biro Keuangan-Rumah Tangga Kemenpora, Deddy Kusdinar, terungkap adanya perwakilan dari Cikeas buat ikut serta dalam proyek itu. Tim itu terdiri dari Arief Gundul, Sylvia Sholeha alias Bu Pur, dan Widodo Wisnu Sayoko.Bu Pur merupakan istri dari pensiunan Polisi, Purnomo D. Rahardjo. Dia sempat menjadi salah satu staf Syarief Hasan saat masih menjabat Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah. Purnomo menyangkal dia pernah bekerja sebagai Kepala Rumah Tangga kediaman Susilo Bambang Yudhoyono. Sementara Widodo disebut-sebut sebagai kemenakan SBY. Widodo dan Arief disebut-sebut sebagai tangan kanan Bu Pur dalam urusan proyek.Dalam persidangan, Lisa dan Mindo Rosalina Manulang alias Rosa mengakui soal peran Bu Pur. Dia mengatakan pernah didatangi Bu Pur yang meminta tolong supaya mendapatkan proyek pengadaan mebel di Rumah Sakit Atlet di Cibubur.Bahkan menurut pengakuan mantan Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga Wafid Muharam, penambahan anggaran Hambalang bisa lolos setelah Bu Pur turun tangan menemui pejabat Kementerian Keuangan. Tetapi sayang, salah satu saksi kunci itu, Arief Botak atau Arief Gundul, sudah wafat di akhir 2012. Kematiannya pun disebut-sebut janggal.Bahkan sebelum perkara ini masuk dalam persidangan, penyidik pernah memeriksa Hartanto Edhie Wibowo sebagai saksi. Hartanto diperiksa dalam kapasitas sebagai bendahara Yayasan Puri Cikeas. Dia merupakan anak bungsu dari Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus kelima, Letjen TNI Sarwo Edhie Wibowo, dan adik dari Kristiani 'Ani' Herawati merupakan istri Presiden RI perioden 2004-2009 dan 2009-2014, Susilo Bambang Yudhoyono.

Rekomendasi