Pemutaran film 'Senyap' di UGM & ISI dipaksa bubar, UNY aman

Massa yang mengatasnamakan Islam tersebut sempat bersitegang dengan mahasiswa.

Kresna
Oleh Kresna - Reporter
Pemutaran film 'Senyap' di UGM & ISI dipaksa bubar, UNY aman
Pembubaran Pemutaran Film Senyap. ©2014 merdeka.com/darmadi sasongko

Pemutaran film 'Senyap, The Look of Silence' karya Joseph Openheimer yang diputar di kampus Fisipol UGM (Universitas Gajah Mada) dan Media Rekam ISI (Institut Seni Indonesia) dibubarkan oleh sekelompok orang mengatasnamakan umat islam di Yogyakarta, Rabu (17/12).Di kampus ISI, pembubaran dilakukan pada sore hari sekitar pukul 17.30 Wib menjelang film selesai diputar. Menurut informasi yang diterima merdeka.com, massa meminta film yang diputar tersebut dihentikan karena berbau ideologi PKI.Sementara itu di kampus UGM, massa yang sama juga melakukan pembubaran. Mereka mendatangi kampus Fisipol UGM sekitar pukul 20.45 Wib setelah film selesai di tonton. Sempat terjadi ketegangan saat massa meminta panitia untuk memberikan klarifikasi.Menurut salah seorang massa yang melakukan pembubaran, film Senyap merupakan film yang menceritakan kebaikan PKI dan dilarang oleh negara."Kalian tahu nggak, PKI itu musuh negara, dulu kakek-kakek kami dibunuh oleh PKI," kata salah seorang massa kepada salah seorang panitia pemutaran film.Selain itu beberapa mahasiswa yang mencoba mengambil foto kejadian tersebut diancam dan diteriaki supaya menghapus foto massa yang meminta pembubaran pemutaran film Senyap.Ketua LPM (Lembaga Pers Mahasiswa) Sintesa, Rani Eva Dewi selaku penyelenggara acara tersebut mengaku sudah menerima ancaman pembubaran tersebut melalui pesan singkat. Namun karena sudah mendapat izin dari kampus, pihaknya tetap melaksanakan pemutaran film tersebut."Menurut saya dikampuskan ranah akademis dan ilmiah jadi tidak papa, tapi ternyata tetap ada ancaman," ujarnya saat ditemui seusai pemutaran film.Sebelum acara pemutaran film dilakukan di luar ruangan, namun atas saran dekanat, acara tersebut di pindah di dalam ruangan."Di dalam ruangan tidak cukup tadi, kita rencana putar dua kloter, tapi pas selesai yang pertama malah ada yang datang itu," tambahnya.Sementara itu LPM (Lembaga Pers Mahasiswa) EKSPRESI UNY yang juga memutar film Senyap di Student Center UNY tidak mendapatkan pembubaran. Pemutaran film berjalan dengan aman dan dilanjutkan dengan diskusi pada akhir acara."Sebenarnya agak was-was juga. Soalnya di WhatsApp udah banyak pesan berantai yang isinya pembubaran paksa. Aneh juga, padahal ini nggak ada sangkut pautnya sama kaderisasi komunis seperti yang dituduhkan sama orang-orang," terang Prass, salah seorang panitia.

Rekomendasi