SBY pimpin rapat di DPP Demokrat, bahas kongres 2015?

Rapat pengurus harian membahas soal isu politik terkini seperti Perppu Pilkada termasuk Kongres 2015.

Abd. Wahid Hasyim
Oleh Abd. Wahid Hasyim - Reporter
SBY pimpin rapat di DPP Demokrat, bahas kongres 2015?
SBY temu kangen AKABRI. ©2014 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menggelar rapat internal bersama pengurus harian DPP partai. Rapat dijadwalkan mulai pukul 15.00 WIB, namun hingga Pukul 15.30 WIB SBY belum tampak di markas partai bintang mercy itu.Pantauan merdeka.com, Kamis (11/12), sejumlah elite partai mulai berdatangan ke Kantor DPP Partai Demokrat yang terletak di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat. Salah satu yang sudah tampak hadir Wakil Ketua Komisi III DPR Benny K Harman yang mengenakan jas biru khas Partai Demokrat.Menurut informasi yang diperoleh, SBY akan memimpin rapat pengurus harian untuk membicarakan isu politik terkini. Seperti Perppu Pilkada sampai rencana penyelenggaraan Kongres yang dikabarkan bakal dipercepat sekitar Februari 2015."Rapat pengurus harian, juga bahas soal kongres," kata sumber internal Demokrat yang ogah disebutkan namanya.Seperti diketahui, sejumlah desakan dari daerah muncul untuk mendukung SBY kembali didaulat menjadi ketua umum dalam kongres nanti. Akan tetapi, tidak semua sepakat, ada juga yang tidak setuju SBY jadi ketua umum.Salah satu pendiri Partai Demokrat Ahmad Mubarok misalnya. Dia mengakui jika memang ada wacana mencalonkan SBY kembali di Kongres nanti. Namun dia mengingatkan, dahulu SBY ingin jabat jadi ketua umum hanya saat partai dalam keadaan darurat saja."Itu kan baru aspirasi. Pak SBY dari awal sudah bilang, saya hanya darurat jadi ketua umum," kata Mubarok saat berbincang, Kamis (11/12).Mubarok menilai, seorang SBY sudah tidak pantas lagi duduk sebagai ketua umum. Sebab, SBY adalah seorang mantan presiden dan bukan lagi tempatnya bekerja di lapangan seperti ketua umum."Dinamika ada yang penjilat, ada yang objektif, ada yang ingin menempatkan Pak SBY di tempat lebih tinggi, karena ketum berarti di lapangan, kan mantan presiden maqom-nya sudah lebih tinggi lagi," terang Mubarok.Namun ketika ditanya, jabatan apa yang pantas diduduki oleh SBY selain ketua umum, Mubarok sulit menjawab. Dia hanya menilai jika sosok SBY cukup menjadi sumber inspirasi bagi kader Demokrat, bukan ketua umum."Yah sumber inspirasi," pungkasnya.

Rekomendasi