Anggota Komisi I DPR, Prananda Surya Paloh mengatakan kemitraan strategis antara Indonesia dengan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) perlu terus ditingkatkan. Diyakininya, kerja sama itu mampu membawa kemakmuran bagi rakyat kedua negara.
Menurutnya, saat ini setidaknya ada 14 negara yang telah menjalin kemitraan strategis dengan Indonesia. Namun, kemitraan dengan RRT dapat dikatakan yang paling dinamis di kawasan Asia Pasifik.
"Bisa dikatakan kerja sama Indonesia dengan RRT paling dinamis diantara negara kawasan Asia Pasifik," kata Prananda di Gedung DPR, Senayan, Kamis (4/11).
Prananda menjelaskan, RRT merupakan negara dengan perekonomian terbesar kedua di dunia, sementara Indonesia terbesar di Asia Tenggara. Diharapkan melalui kemitraan strategis komprehensif yang berjalan baik selama ini bisa memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kesejahteraan kedua negara dan menjaga stabilitas perekonomian regional dan global.
"Salah satu pengembangan yang bisa dilakukan, adalah sektor perdagangan. Ini akan sangat baik jika Indonesia menggenjot ekspor bahan pangan ke negeri Tirai Bambu itu. Mengingat negara dengan populasi terbesar di dunia itu memiliki kebutuhan pangan yang sangat tinggi," jelasnya
"Kita bisa saja menikmati HP dan komputer produk Tiongkok, tapi mereka juga bisa menikmati beras kita, minum kopi kita, atau mengkonsumsi coklat Indonesia." lanjut Prananda.
Lebih lanjut, Anggota Fraksi Partai NasDem termuda itu mengatakan, ruang pengembangan bagi kemitraan kedua negara masih sangat luas. Terlihat dari terus meningkatnya hubungan kedua negara belakangan ini. Politisi muda itu optimistis kepemimpinan Presiden Joko Widodo atau Jokowi dapat meningkatkan kerja sama yang pesat antara Indonesia-RRT.
"Sektor lain yang dapat digarap kedua negara itu yakni investasi, pariwisata, energi dan pertahanan," tandasnya.