Akradinata alias Dina Alias Edi Palembang, penjahat jalanan spesialis pencurian dengan kekerasan atau rampok, terindikasi memiliki jaringan di dalam kepolisian. Hal ini yang menjadi dugaan, selama ini Edi selalu lolos dari kejaran polisi.Polisi mengendus informan Edi Palembang adalah seorang anggota polisi di Jambi, namun informasi itu masih diselidiki pihak kepolisian. Bahkan, Edi Palembang tak pelit mendonaturkan uang hasil rampoknya kepada orang yang berjasa memberinya informasi.Residivis beberapa kasus perampokan kelas kakap di Riau Jambi dan Palembang itu dikenal licin dan lihai dari pandangan mata polisi. Tak ayal, saat beberapa kali hendak ditangkap dan ditembak, Edi Palembang berhasil kabur."Kemarin saat akan ditangkap di Jambi, Edi Palembang lolos, namun petugas di lapangan menemukan tas miliknya yang tertinggal di sebuah rumah makan tempatnya disergap, berisikan senjata api, keris dan HP serta peralatan lainnya," ujar Direktur Resererse Kriminal Umum, Kombes Pol Arief Rahman Hakim kepada merdeka.com, Senin (1/12).Terkait informasi adanya kerja sama antara Edi Palembang dengan anggota polisi Jambi, Arief mengaku juga mendapat informasi itu. Namun pihaknya tentu akan membuktikan hal itu."Ya saya juga ada mendapat informasi itu, namun kita juga harus menyelidikinya terlebih dahulu. Yang jelas, segala hal yang berhungan dengan Edi Palembang akan kita selidiki," kata Arief.Selalu lepas dari penyergapan, membuat berbagai kalangan menilai kelihaian Edi Palembang yang merupakan warga asli Sumatera Barat itu, memiliki ilmu gaib yang dapat mengelabui polisi dan tidak terkena tembakan peluru meski 3 kali hendak ditangkap diberondong peluru."Kita kembangkan lebih lanjut, dengan berkoordinasi bersama Polda Jambi," jelas Arief.Jika informasi tersebut benar adanya, maka akan ditindak sesuai kewenangan Satuan Kewilayahan, berdasar pada fakta hukum dilapangan."Terkait adanya bocoran informasi yang diketahui berasal dari anggota di Batanghari Jambi, akan kita selidiki lebih mendalam. Sekarang belum bisa dipastikan," katanya.Tak hanya sekadar mendapat informasi dari polisi, Edi Palembang juga diduga mendapat pasokan peluru dari kawasan yang sama, yakni Jambi. "Tentang itu masih kita selidiki, belum bisa dirincikan sekarang, apakah ada keterlibatan anggota, maupun tentang peluru tersebut," pungkas Arif.Sebelumnya, setelah melarikan diri dari buruan petugas kepolisian di beberapa tempat, akhirnya Edi Palembang berhasil tertangkap, Senin (1/12) sekitar pukul 04.00 WIB.
Edi Palembang punya informan polisi, selalu lolos saat digerebek
Edi pun royal, dengan membagi hasil curian kepada informan polisi.
Advertisement
Rekomendasi