Calo di KUA Bekasi gentayangan, tipu korban Rp 800 ribu

Calo ini sebenarnya adalah staf di KAU. Dia juga terkadang sebagai penghulu.

Pramirvan Datu Aprillatu
Calo di KUA Bekasi gentayangan, tipu korban Rp 800 ribu
Ilustrasi Uang. ©2014 Merdeka.com

Seorang staf Kantor Urusan Agama (KUA) Bekasi bisa menarik fulus sampai Rp 800 ribu. Staf ini bahkan merangkap sebagai penghulu, namun statusnya hanya sebagai staf biasa. Namanya Uwoh Abdullah.Dia kerap kali menjanjikan bisa mengurus surat-surat di KUA. Tapi pada pratiknya, pelaku tidak mendaftarkan berkas calon pengantin sebagai pasangan sah dalam catatan Negara. Uangnya ternyata ditilep sendiri.Seperti yang dialami oleh Reza Syahputra. Dia geram tak terhingga. Reza merasa dipermainkan oleh pegawai KUA Bekasi Utara. Ibunya menikah kedua kalinya bersama seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS), tentu saja surat pernikahan terbaru menjadi persyaratan mendapatkan tunjangan keluarga."Sudah hampir tiga bulan masak belum jadi," kata Reza kepada merdeka.com di rumahnya, Bekasi Utara, kemarin. Sampai hari ini berkas administrasi pernikahan belum kunjung terbit.Uwoh Abdullah memang terdaftar sebagai staf biasa. Namun, anehnya dia punya kuasa menjadi penghulu bagi calon pasangan menikah. "Harusnya juga yang urus administrasi, ternyata pas dicek ibu saya belum ada," ujar anak lelaki pertama itu.Tak terima, Reza mendatangi kantor KUA Bekasi Utara. Ternyata staf tersebut sudah banyak mendatangkan masalah sama. Hal itu diutarakan seantero pegawai di kantor tersebut."Saya sempat bertengkar. Kepala KUA kasih tahu sudah ada pengaduan yang sama," ujar pria berusia 25 tahun itu. Sudah empat orang punya masalah tak terdaftar di KUA tapi sudah membayar di staf 'sakti' tersebut.Sampai hari ini masalah penertiban buku nikah orang tuanya belum ada jawaban. Pernikahannya sudah dilaksanakan namun fulus pendaftarannya belum disetorkan kepada KUA oleh sang calo sekaligus staf sakti itu. Alhasil urusan administrasi tak kunjung kelar."Dengar dari orang KUA kemarin, selama ini dia (staf) punya kakak kandung menjabat di badan biro kepegawaian," ujar Reza. Tak ada nota kuitansi semua berdasarkan kepercayaan saja.

Rekomendasi