Sehari makan 4 kali, rumus kemiskinan tak berlaku di Sulut

"Karena gemar makan, maka biar miskin tubuhnya gemuk-gemuk," ujar Gubernur Sulut.

Tommy A Lasut
Oleh Tommy A Lasut - Reporter
Sehari makan 4 kali, rumus kemiskinan tak berlaku di Sulut
Kuliner Jembatan Kuning Manado. ©2014 Merdeka.com/Tomy Lasut

Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Sinyo Harry Sarundajang melempar guyonan segar menanggapi pandangan umum fraksi dalam Paripurna Penetapan Ranperda APBD tahun 2015, di gedung DPRD Sulut, Rabu (26/11) malam. Mengulas masalah pengentasan kemiskinan yang disentil sejumlah fraksi, Sarundajang berseloroh lucu.Menurut Gubernur, sebagai daerah yang terkenal memiliki masyarakat yang gemar makan, propinsi di ujung utara pulau Sulawesi ini tak masuk kategori miskin."Sehari 4 kali makan, rumus kemiskinan nasional tak berlaku di Sulut," candanya yang langsung disambut riuh tawa peserta rapat.Jika berada di daerah ini, menurut dia, setiap tamu akan diajak makan oleh pemilik rumah."Yang pertama kali keluar dari mulut tuan rumah adalah ajakan mari makan. Kendati mereka belum masak nasi. Karena gemar makan, maka biar miskin tubuhnya gemuk-gemuk," ujar dia menjelaskan tradisi masyarakat lokal. Lagi-lagi canda segar Sarundajang disambut tawa hadirin.Masyarakat Sulawesi Utara memang dikenal ramah dan memiliki toleransi yang tinggi, membuat kemajemukan warga terus terjalin erat.

Rekomendasi