HTI sebut banyak wanita cerai gara-gara Jokowi naikkan BBM

Banyak juga wanita yang terpaksa jadi TKW gara-gara kebutuhan biaya dapur meningkat.

Sherly Iskandar
Oleh Sherly Iskandar - Reporter
HTI sebut banyak wanita cerai gara-gara Jokowi naikkan BBM
HTI demonstrasi menolak kenaikan harga BBM. ©2014 Merdeka.com/Yan Muhardiansyah

Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia menolak kenaikan harga BBM. Juru bicara HTI Iffah Ainur Rochmah, mengkhawatirkan 4 hal sebagai dampak dari kenaikan harga BBM. Salah satunya memicu perempuan untuk bekerja ke luar rumah."Ketika perempuan terdorong untuk bekerja ke luar rumah, problemnya adalah mereka tidak bisa memilih tempat kerja memadai yang bisa melindungi kehormatannya. Misalnya jadi buruh pabrik. Kemudian banyak juga yang menjadi TKW. Ini adalah kondisi yang rawan terjadi eksploitasi bagi perempuan," tutur Iffah di sela acara Liqo Muharram Mubalighoh di aula Dewan Dakwah Islam Indonesia, Sabtu (22/11).Iffah melanjutkan, hal lain yang merupakan dampak langsung dari kenaikan BBM pada keluarga adalah meningkatnya angka perceraian. Menurutnya hal itu itu dipicu oleh tidak mampunya suami memenuhi kebutuhan istri. Hal ini pun berpotensi akan rawannya konflik.Hal lain yang dikhawatirkan adalah anak-anak yang akan menjadi korban KDRT akibat kondisi ekonomi yang semakin menghimpit. Keadaan tersebut dipastikan memicu para ibu untuk bekerja ke luar rumah dan kurangnya perhatian terhadap anak dan keluarga."Ketika misalnya anak rewel, membutuhkan perhatian, itu cenderung dihadapi dengan emosi dan bahkan terjadi kekerasan fisik. Nah ini yang kita khawatir kan sebagai dampak langsung dari kenaikan BBM," tutup Iffah.Organisasi ini menolak keputusan pemerintah menaikkan harga BBM. Menurut mereka, kenaikan BBM adalah kebijakan dzalim yang akan menyengsarakan rakyat.

Rekomendasi