Bonaran Situmeang terdakwa suap sengketa Pilkada Tapanuli Tengah mengaku tidak mengenal mantan Ketua Hakim Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar. Bonaran mengatakan, bahwa dirinya tidak pernah menyuap Akil Mochtar."Saya ditanya penyidik kenal enggak Akil Mochtar? Saya jawab, saya tidak kenal. Saya tidak kenal Akil Mochtar, saya tidak kenal juga Seperatus Simagat," kata Bonaran usai diperiksa di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (12/11).Menurutnya, pasangannya dalam Pilkada Tapteng, Sukran Tanjung pernah bertemu dengan mantan Ketua Hakim MK Akil Mochtar. Bahkan, dia juga yang bertemu dengan politikus senior Golkar Akbar Tandjung di Akbar Tandjung Institute, Jakarta Selatan."Saya pernah diajak ke Akbar Institute. Saya bilang saya tidak mau. Kenapa? Karena saya tahu itu tidak boleh. Kita yang sedang berpekara tidak boleh bertemu dengan hakim, itu tidak boleh. Saya tidak mau diajak ke Akbar Institute oleh Wakil Bupati," jelasnya.Dia pun menegaskan pertemuan pasangannya Sukran Tanjung bersama Akil Mochtar dan Akbar Tandjung terkait sengketa Pilkada Tapteng. "Ya begitu lah ya kurang lebih. Ya kurang lebih begitu," ujarnya.Setelah diperiksa KPK selama tujuh jam, dia mengaku diberikan 39 pertanyaan kepada penyidik.Seperti diketahui, Bonaran tersangka kasus dugaan suap penanganan sengketa Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Kepala Daerah Tapanuli Tengah di Mahkamah Konstitusi. Saat pencalonan, Bonaran berpasangan dengan Syukran Jamilan Tanjung.Usai ditetapkan sebagai tersangka, Bonaran kini mendekam di Rutan Pomdam Guntur Jaya. Pada putusan bekas Ketua MK Akil Mochtar, Bonaran disebut terbukti menyuap Akil sebesar Rp 1,8 miliar. Uang itu diduga kuat terkait dengan pelaksanaan Pilkada di Kabupaten Tapteng.Akil melalui Bakhtiar meminta uang kepada Bonaran Rp 3 miliar. Namun akhirnya, jumlah uang yang disetor ke rekening CV Ratu Samagat hanya Rp 1,8 miliar. Bakhtiar meminta bantuan Subur Efendi dan Hetbin Pasaribu untuk menyetorkan uang tersebut masing-masing sebanyak Rp 900 juta.Bonaran sudah membantah memberi suap kepada Akil. Bahkan Bonaran menyebut sangkaan KPK kepadanya tidak tepat. Sebab, Akil tidak termasuk hakim panel yang menangani perkaranya di MK dan mengaku tidak punya uang untuk menyuap.
Bonaran akui Sukran bertemu Akil Mochtar dan Akbar Tandjung
Setelah diperiksa KPK selama tujuh jam, Bonaran mengaku diberikan 39 pertanyaan kepada penyidik.
Rekomendasi