Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad mengatakan sampai saat ini KPK masih menelaah dan mencari bukti tudingan Muhammad Nazaruddin soal aliran uang haram kepada Edhie 'Ibas' Baskoro Yudhoyono. Menurut dia, Ibas bakal diperiksa bila penyidik sudah menemukan petunjuk tentang sebuah kejanggalan perlu ditanyakan langsung kepada anak bungsu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu."Akan divalidasi dulu, kemudian didalami. Dari hasil validasi, dari hasil pendalaman itulah nanti penyidik akan menyimpulkan apakah yang bersangkutan kami perlukan keterangannya atau tidak. Karena jangan sampai keterangan itu baru sepihak. Makanya itu harus di-cross check," kata Samad kepada awak media di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (17/10).Nazaruddin beberapa waktu lalu menyatakan Ibas menerima duit pelicin USD 200 ribu dalam pelaksanaan Kongres Partai Demokrat 2010 di Bandung, Jawa Barat. Duit itu bersumber dari Grup Permai milik Nazaruddin. Suami Neneng Sri Wahyuni itu juga menyatakan Ibas menerima persenan dari proyek Wisma Atlet, Jakabaring, Palembang, sebesar USD 450 ribu. Dia bahkan menyebut Ibas kerap menerima jatah komisi dari proyek-proyek di Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi.Samad tak bisa berjanji kapan KPK bakal memeriksa Ibas. Dia hanya bisa berjanji kesaksian itu bakal ditelaah sebelum dikonfirmasi langsung kepada pihak terkait."Ibas kan anak muda. Lagi didalami. Semua keterangan itu divalidasi lagi, lagi didalami oleh penyidik. Kemudian nanti setelah hasil validasi itu dilakukan pemanggilan," ujar Samad.
KPK panggil Ibas setelah telaah ucapan Nazaruddin
"Dari hasil validasi, dari hasil pendalaman itulah nanti penyidik akan menyimpulkan," kata Abraham.
Rekomendasi