PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP) selaku operator tol Wiyoto Wiyono tidak dapat memberikan rekaman CCTV terkait kecelakaan yang melibatkan mobil Lamborghini hijau milik pengacara kondang Hotman Paris Hutapea. Pasalnya, kamera pemantau arus lalu lintas tersebut ternyata sedang mengalami kerusakan saat kejadian.Manager Divisi Pelayanan dan Pemeliharaan PT CMNP, Bagus Medi Suarto mengatakan, penyesalannya karena tidak bisa menyerahkan rekaman CCTV untuk kepentingan penyelidikan. Hal itu baru diketahui ketika petugas hendak memutar proses kecelakaan yang menewaskan sopir mobil boks bernopol B 9642 BCI itu."Kami tidak bisa memberikan rekaman CCTV, karena CCTV nya rusak," ujar Medi di Jakarta, Senin (6/10).Medi menduga, CCTV tersebut tidak bisa dioperasikan karena terjadi masalah pada perangkat lunaknya."Saya tidak mengetahui secara pasti penyebab rusaknya, karena itu bidang IT (Teknologi Informasi), tapi dalam waktu dekat akan kami instal ulang software-nya," kata Medi.Medi menambahkan, CCTV tersebut sebenarnya masih dapat berfungsi. Namun, hanya dapat melihat kejadian real time saja."Kami katakan rusak, karena kamera CCTV nya nggak bisa merekam, tapi kalau untuk menunjukkan suasana real time tetap bisa," kata Medi.Menurut Medi, di tol Wiyoto-Wiyono ruas Plumpang-Penjaringan terdapat 30 CCTV. Kamera perekam itu terpasang di setiap 1 km di tol yang memiliki panjang sejauh 30 km.Medi menegaskan, bentuk kamera CCTV cukup fleksibel dan bisa diputar tampilannya hingga 180 derajat. Oleh karenanya, 1 kamera pengawas diyakini mampu melihat tayangan sejauh 500 ke sisi timur dan 500 meter ke sisi barat.
Tak terekam CCTV, kecelakaan Lamborghini Hotman masih hitam
PT CMNP memastikan CCTV rusak akibat ada masalah pada perangkat lunaknya.
Rekomendasi