Setya Novanto juga pernah hadir dalam sidang dengan terdakwa mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar dalam perkara dugaan korupsi pilkada di berbagai daerah.Dalam sidang pada 14 April, Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar Jatim sekaligus Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Jawa Zainuddin Amali mengakui ada percakapan Blackberry Messenger (BBM) antara dirinya dengan Akil terkait pilkada Jatim.Isi percakapan itu adalah Akil meminta untuk menyiapkan Rp 10 miliar. Kala tidak, maka pilkada Jatim akan diulang.Setya Novanto yang menjadi saksi pada sidang 24 April kemudian menyatakan bahwa dia melarang Zainuddin Amali mengurus pilkada Jatim."Pak Idrus menyampaikan itu, saya langsung larang, 'nggak' usah diurus-urus itu lagi lah, benar kata Pak Sekjen, dan tidak ada permintaan uang dari Akil," kata Setya Novanto kala sidang 24 April 2014.Setya juga disebut terlibat dugaan korupsi Cessie (pengalihan perjanjian) Bank Bali tahun 1999. Saat itu dia menjabat Direktur Utama PT Era Giat Prima. Sejumlah pihak meminta KPK kembali mengusut kasus tersebut.
Kesaksian Setya Novanto di Kasus Akil & cessie Bank Bali
Akil meminta untuk menyiapkan Rp 10 miliar. Kala tidak, maka pilkada Jatim akan diulang.
Rekomendasi