Takut antraks, Pemkab Kediri larang hewan kurban dari Jateng

Larangan hewan kurban dari Jawa Tengah sesuai instruksi Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Imam Mubarok
Oleh Imam Mubarok - Reporter
Takut antraks, Pemkab Kediri larang hewan kurban dari Jateng
Penjual Sapi Kurban. ©2012 Merdeka.com/imam buhori

Jelang Hari Raya Idul Adha, hewan kurban yang diperjualbelikan di Kabupaten Kediri diawasi ketat. Salah satunya Pemkab Kediri tidak ingin kecolongan masuknya hewan dari Jawa Tengah yang berpotensi membawa virus antraks.Menurut Kepala Dinas Peternakan Dan Pertanian Kabupaten Kediri, Sri Suparmi, larangan hewan kurban dari Jawa Tengah sesuai instruksi Pemerintah Provinsi Jawa Timur."Oleh karena itu kami memperketat pengawasan hewan yang diperjualbelikan menjelang Hari Raya Kurban," ujar Sri Suparmi, Selasa (23/9).Selasa siang petugas Dinas Peternakan melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah sentra penjualan hewan kurban di wilayah Kecamatan Ngasem, Plosoklaten dan Gurah Kabupaten Kediri. Dalam sidak itu petugas memeriksa kondisi hewan mulai kesehatan kebersihan dan pakan yang diberikan pada hewan. Sejauh ini hewan kurban yang diperjualbelikan di Kabupaten Kediri relatif dalam kondisi sehat dan layak sembelih.Sementara itu dari pantauan merdeka.com jumlah hewan kurban yang diperjualbelikan di Kabupaten Kediri selama musim kurban tahun ini mencapai belasan ribu ekor kambing dan sapi. Dinas Peternakan Dan Pertanian Kabupaten Kediri memprediksi kebutuhan hewan kurban meningkat sekitar empat persen dibanding tahun sebelumnya."Dari tahun ke tahun kebutuhan hewan kurban terus meningkat. Peningkatan rata rata mencapai seribu ekor kambing dan lima ribuan ekor sapi," kata Sri Suparmi.Sesuai data kebutuhan hewan kurban di Kabupaten Kediri tahun ini sekitar 13 ribu ekor kambing dan 18 ribu ekor sapi. Jika dibandingkan tahun sebelumnya kebutuhan hewan kurban sekitar 12 ribu ekor kambing sedangkan sapi sekitar 10 ribu ekor.

Rekomendasi