Pukuli adik kelas, 13 siswa SMA 70 tak mau dikeluarkan

"Tidak ada surat peringatan, asal main mengeluarkan saja. Kabarnya anak yang dianiaya itu emang anak pejabat."

Angga Yudha Pratomo
Oleh Angga Yudha Pratomo - Reporter
Pukuli adik kelas, 13 siswa SMA 70 tak mau dikeluarkan
Orang tua siswa geruduk SMA 70. ©2014 merdeka.com/imam buhori

Sebanyak 13 siswa kelas XII SMAN 70 Jakarta Selatan karena diduga menganiaya adik siswa kelas X. Para orangtua siswa langsung bereaksi karena menilai keputusan dilakukan secara sepihak.Muhammad Sofie, orang tua dari salah satu siswa GM mencurigai keputusan diambil karena korban bukan orang sembarang. Dia pun menyayangkan tidak adanya peringatan terlebih dahulu dari pihak sekolah."Tidak ada surat peringatan, asal main mengeluarkan saja. Kabarnya anak yang dianiaya itu emang anak pejabat," terang dia, kemarin.Kini kasus terus bergulir. Dari pihak sekolah belum memberi tanggapan karena masih menunggu instruksi kepala sekolah.Berikut usaha para orang tua dan siswa agar anak tak dikeluarkan:

Sejumlah orang tua murid kelas XII menyambangi SMA 70 Jakarta untuk melakukan mediasi. Mereka menuntut agar 13 siswa yang dikeluarkan bisa kembali bersekolah.Juru bicara perwakilan orangtua siswa, Ida Rosida menjelaskan, kedatangannya ini untuk melakukan mediasi dengan pihak SMA 70 agar 13 murid dikeluarkan bisa bersekolah lagi. Sayangnya, dalam pertemuannya tadi pihaknya tidak diterima Kepala Sekolah."Tadi perwakilan dari orang tua kelas 3, dan tadi diterima wakil kepala sekolah bidang kurikulum dan guru. Kami menyampaikan keinginan, 13 orang itu bisa sekolah. Sekolah harus bisa berbesar hati, apalagi tujuh bulan lagi mereka belajar," kata Ida di depan SMA 70 Jakarta, Rabu (17/9).Menurut Ida, harapan pihaknya saat ini hanya ditampung SMA 70. Sebab, pihak sekolah tidak bisa berkomentar lebih jauh lantaran tidak ada kepala sekolah."Keinginan kami akan ditampung dulu. Tadi sekolah tidak mengklarifikasi, tapi hanya menampung aspirasi," ujarnya.

Orangtua siswa kelas XII SMAN 70 Jakarta protes anak dikeluarkan karena diduga menganiaya adik kelas. Mereka bersama-sama mendatangi sekolah untuk bertemu dengan guru.Pantauan merdeka.com, Rabu (17/9), sekitar 20 orang tua murid datang dengan dikawal ketat anggota kepolisian. Setelah bernegosiasi beberapa orang diizinkan masuk untuk bertemu pihak sekolah.Ke-13 siswa dianggap bersalah karena menendang, memukul, menampar dan mengintimidasi baik individu maupun kelompok terhadap salah satu siswa kelas X. Keputusan ini tertuang dalam SK No. 21/2014 hasil rapat pleno dewan guru, Senin (15/9).Muhammad Sofie, orang tua dari GM salah satu siswa yang dikeluarkan tidak terima anaknya dikeluarkan secara sepihak. Sofie menilai keputusan diambil tanpa memberikan peringatan terlebih dahulu."Kita berharap ada langkah damai. Ini anak-anak kan sebentar lagi ujian akhir, kasihan mereka," pungkas dia.

Setelah 13 siswa SMA 70 Jakarta dikeluarkan, murid kelas XII tidak ada yang masuk sekolah. Alasannya, mereka merasa solidaritas atas tindakan sepihak.Juru bicara perwakilan orang tua murid SMA 70, Ida Rosida mengaku saat ini kondisi sekolah masih kondusif. Namun, kelas XII tidak ada yang masuk."Dari sekolah ada keinginan anak-anak lain kelas 3 bisa masuk. Sebenarnya tergantung anaknya. Tapi ini kan bentuk solidaritas," kata Ida di depan SMA 70 Jakarta, Rabu (17/9).Ida mengaku belum tahu sampai kapan siswa kelas XII akan masuk sekolah. "Sampai saat ini kelas 3 tidak ada yang masuk," ujarnya.

Usai mogok masuk sekolah, seluruh siswa kelas XII SMAN 70 Jakarta rencananya pada Kamis (18/9) besok akan kembali mengikuti pelajaran. Hal itu dikatakan juru bicara perwakilan orangtua murid kelas XII SMAN 70, Ida Rosida."Rencananya besok semua kelas 3 (kelas XII) akan masuk," kata Ida kepada merdeka.com, Rabu (17/9).Di sisi lain, terkait kasus bully yang diduga memakan korban anak pejabat, Ida mengaku masih meminta kejelasan dari pihak sekolah. Pihaknya juga belum tahu korban bully tersebut merupakan anak pejabat."Kita nggak tahu itu anak pejabat atau bukan. Kita juga ingin tahu siapa sih yang jadi korban, sejauh mana kekerasan yang dilakukan. Makanya kita mau liat dulu," jelasnya.Walau demikian, bersama orang tua lainnya, Ida menyebut masih menunggu hasil pertemuan antara kepala sekolah SMAN 70 dengan Dinas Pendidikan. Terutama terkait nasib 13 siswa yang dikeluarkan akibat diduga melakukan bully."Tapi kita saat ini menunggu kabar dari kepsek setelah bertemu dinas (pendidikan)," terangnya.

Rekomendasi