Orang tua siswa kelas XII SMAN 70 Jakarta protes keras dengan mendatangi pihak sekolah di Bulungan, Jakarta Selatan. Mereka tidak terima atas keputusan sekolah mengeluarkan 13 siswa kelas XII karena diduga menganiaya adik kelasnya siswa kelas X."Kami menentang kasus kekerasan. Tapi kami juga tidak terima anak kami dikeluarkan karena dituduh menganiaya siswa kelas X," kata Muhammad Sofie, orangtua dari GM salah satu siswa yang dikeluarkan saat dihubungi wartawan di Jakarta, Rabu (17/9).Sofie menilai keputusan mengeluarkan anaknya dilakukan sepihak oleh sekolah. Dia tidak menerima surat peringatan sebelum keputusan tersebut diterbitkan."Tidak ada surat peringatan, asal main mengeluarkan saja. Kabarnya anak yang dianiaya itu emang anak pejabat," terang dia.Selain itu, dirinya pun berharap pihak sekolah melakukan mediasi dengan orang tua siswa yang lain. Sebab anaknya yang sudah duduk di kelas XII itu juga akan segera melangsungkan ujian nasional."Kita berharap ada langkah damai. Ini anak-anak kan sebentar lagi ujian akhir, kasihan mereka," pungkas dia.Diketahui, orang tua dari 13 siswa yang dikeluarkan dipanggil ke sekolah untuk menerima SK No. 21/2014 hasil rapat pleno dewan guru, Senin (15/9) kemarin. Pasal kesalahan yang dikenakan kepada ke-13 siswa tersebut adalah menendang, memukul, menampar dan mengintimidasi baik individu maupun kelompok terhadap salah satu siswa kelas X.
Diduga aniaya anak pejabat, 13 siswa SMA 70 dikeluarkan
Beberapa wali murid tak terima dan menilai keputusan mengeluarkan anaknya dilakukan sepihak oleh sekolah.
Rekomendasi