Kapolri Jenderal Pol Sutarman membeberkan hasil pemeriksaan sementara terhadap 3 WNI dan 4 WNA asal Turkistan yang ditangkap karena terkait terorisme. 4 WNA asal Turkistan dalam keterangannya kepada polisi menggunakan bahasa Uigur."Sekarang sedang dalam pemeriksaan, mereka menggunakan bahasa, bahasanya Uigur. Kita peroleh pemeriksaan terakhir itu, bahwa mereka berangkat dari Turkistan menuju ke Kamboja dengan menggunakan (jalan) laut," ujar Sutarman di Kantor Presiden, Jakarta, Minggu (14/9).Sutarman mengatakan, 4 WNA itu dari Kamboja menuju ke Thailand dengan menggunakan jalan darat. Di Thailand inilah, kata Sutarman, mereka membuat paspor palsu."Di Thailand dia bisa membuat paspor palsu dengan paspor palsu ini dia pakai terbang dari Thailand menuju ke Kuala Lumpur," ujarnya.Kemudian dari Kuala Lumpur, keempatnya menuju ke Bandung menggunakan pesawat. Dari Bandung, mereka terbang lagi ke Makassar. Perjalanan menuju Makassar inilah yang termonitor oleh Densus."Nah perjalanan ke makassar inilah termonitor, kita bisa monitor, kita survaillance kepada mereka," ungkap Sutarman.Sutarman mengatakan pergerakan 4 WNA Turki di Makassar diikuti sampai keempatnya bertemu 3 WNI yang ikut ditangkap tersebut. Sutarman lalu perintahkan para personelnya untuk turun di tempat-tempat yang akan dilalui ketujuh orang ini. "Menuju ke Poso juga kita sudah pasang personel kita untuk melakukan razia," ujar Sutarman.Dari razia itu, kata Sutarman, ketujuh orang ini, 3 WNI dan 4 WNA yang tengah di dalam mobil, tiba-tiba memutar balik menghindari petugas. Personelnya pun langsung mengejar mereka dan berhasil ditangkap 3 WNI, namun 4 WNA lolos."Dari Poso itu kita perintahkan razia, dari razia itu kita bisa mencegat kendaraan yang ditumpangi oleh mereka, 7 orang itu. Setelah itu mereka memutar balik, lari ke perkampungan kita kejar, jam 02.00 dini hari WITA, 3 WNI bisa tertangkap, tetapi 4 WNA kabur, melarikan diri," jelas Sutarman.Namun, personelnya tetap melakukan pengejaran. 4 WNA Turki ini melarikan diri ke perbukitan, pegunungan hingga masuk ke kampung-kampung. Namun, pukul 5 sore, 4 WNA berhasil ditangkap oleh personelnya."Akhirnya jam 17.00 WITA kita tangkap," pungkas Sutarman.
Dari penangkapan itu, Sutarman menjelaskan, diamankan barang bukti berupa paspor palsu, tiket pesawat dan juga dokumen."Ada itu tadi dokumen tiket pesawat. Kemudian ada juga dokumen. Ada dua paspor yang kita temukan paspor mereka.Dari hasil pemeriksaan yang kita lakukan paspor itu palsu," pungkas Sutarman.