Buku Bahasa Indonesia SMP berbau SARA, M Nuh disomasi

M Nuh juga diadukan ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Mega Bintang.

Arie Sunaryo
Oleh Arie Sunaryo - Reporter
Buku Bahasa Indonesia SMP berbau SARA, M Nuh disomasi
M Nuh. ©2013 Merdeka.com/dwi narwoko

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh (M Nuh) diadukan ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Mega Bintang. M Nuh dianggap telah lalai dengan mengeluarkan buku pelajaran Bahasa Indonesia untuk SMP/MTs kelas IX yang dianggap melecehkan ras tertentu.Arief Sahudi salah satu perwakilan dari LBH Mega Bintang kepada wartawan mengatakan, buku yang dipermasalahkan tersebut masuk kategori Buku Sekolah Elektronik (BSE) yang diterbitkan oleh Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional pada tahun 2008. Hingga saat ini, kata Arief buku tersebut masih beredar di sekolah-sekolah."Hari ini kami sudah mengirim surat laporan serta somasi kepada menteri, melalui kantor pos," ujar Arief, Jumat (12/9). Arief yang mengaku memegang kuasa penuh dari Muhsin Al Jufri, salah satu warga Solo yang merasa dilecehkan oleh isi buku pelajaran tersebut mengatakan, kliennya mempermasalahkan kutipan novel yang menjadi contoh bacaan dalam uji kompetensi yang berada di halaman 110. Bacaan tersebut menceritakan situasi di mana seseorang yang bernama Midun merasa tertipu oleh lintah darat yang bernama Syekh Abdullah."Dalam kutipan uji kompetisi tersebut tertulis jelas, bahwa Syech Abdullah merupakan orang yang memiliki ras Arab," tandasnya.Isi dalam buku halaman 110 tersebut tertulis sebagai berikutA. Pilihlah satu jawaban yang paling tepat !Perhatikanlah kutipan novel berikut untuk menjawab soal nomor 1 dan 2!

………………………………..Terperanjat sungguh Midun mendengar perkataan Syekh Abdullah itu. Ia tahu uang yang dipinjamnya, cuma f250, tiba-tiba sekarang jadi f500. Maka ia pun berkata dengan cemasnya, katanya, "Berapa Tuan? f500? Mengapa jadi f500, padahal saya terima uang dari Tuan cuma f250?"

"Ya, f500!" ujar Syekh Abdullah pula. "Midun mesti bayar f500 sekarang, sebab sekian ditulis dalam surat utang."Muka Midun jadi merah menahan marah, karena ia maklum, bahwa ia sudah tertipu. Amat sakit hatinya kepada orang Arab itu. Ia tidak dapat lagi menahan hati, karena sangat panas hatinya. Ketakutannya hilang, kehormatannya kepada orang Arab lenyap sama sekali……………………………Arief menilai beberapa soal yang menyertai kutipan novel itu semakin melecehkan masyarakat keturunan Arab."Kami menyayangkan tulisan seperti itu diberikan di dunia pendidikan. Yang kami khawatirkan tulisan itu bias menciptakan stigma buruk terhadap warga ras Arab yang tertanam dalam pikiran para siswa," sesalnya.Arief mengaku tidak mempermasalahkan cerita novel tersebut. Namun pihaknya mempersoalkan penggalan cerita yang dipilih untuk menjadi bahan bacaan dalam buku pelajaran itu. Menurutnya bacaan siswa seharusnya dipilih penggalan cerita yang bersifat mendidik."Kami meminta agar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan segera menarik serta melakukan revisi atas buku tersebut. Menteri juga harus meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat," pungkasnya.

Rekomendasi