Gembok tak bisa hentikan aktivitas seksual di panti pijat

"Relasi seksual enggak harus lepas celana, yang ditawarkan kan enggak hubungan suami istri, jadi plus-plus."

Yulistyo Pratomo
Oleh Yulistyo Pratomo - Reporter
Gembok tak bisa hentikan aktivitas seksual di panti pijat
Ilustrasi Pijat Gembok. ©2014 Merdeka.com

Demi menghindari transaksi seksual, beberapa panti pijat membuat kebijakan menggembok celana karyawannya. Langkah ini dilakukan guna menghindari hubungan seks di bilik pijat.Meski demikian, sosiolog Universitas Airlangga Surabaya, Bagong Suyanto, menilai cara ini tak seratus persen sukses menghapus aktivitas seksual di tempat pijat.Menurut Bagong, kebijakan tersebut belum menyelesaikan masalah mengenai merebaknya prostitusi yang dibalut pijat. Sebab, hubungan seksual tidak hanya dilakukan dengan melepas pakaian."Relasi seksual enggak harus orang lepas celana, yang ditawarkan dalam panti pijat kan enggak ada layanan hubungan suami istri, jadi plus-plus mereka dilakukan dengan pijat mereka," ungkap Bagong saat berbincang dengan merdeka.com pekan lalu.Dengan alasan itu, dia menganggap kebijakan untuk memasang gembok pada celana pemijat tak akan selesaikan masalah. Tak hanya itu, tindakan yang dilakukan juga tidak hanya melalui proses hukum saja."Kalau perlakuan sama dengan prostitusi, maka tidak bisa diselesaikan dengan pendekatan hukum, justru kalau kemudian pemijat digembok pasti ada apa-apa, kalau tidak ada apa-apa kan tidak digembok. Kasih saja pemijat tua atau laki-laki," tandasnya.

Rekomendasi