Dilaporkannya Florence oleh LSM Jatisura ke Polda DIY karena dinilai menghina Yogyakarta menimbulkan tanda tanya dalam benak GKR Hemas. Istri Sri Sultan Hamengkubuwono X ini merasa banyak oknum yang secara terbuka menghina Yogyakarta dan juga memantik kebencian di Yogyakarta seperti yang dituduhkan kepada Florence, tapi tidak ada yang melaporkan penghinaan tersebut ke ranah hukum.Dia mencontohkan paling tidak ada dua kali secara terang-terangan menyebar kebencian dan juga menghina Sri Sultan HB X."Yang pertama ada yang menghina Sultan di masjid, menebar kebencian dan memerangi pluralisme, tidak ada yang melaporkan. Teman-teman ini kemana?" kata GKR Hemas kepada para pelapor Florence di Kraton Kilen, Kamis (4/9) malam.Meski demikian GKR Hemas tidak bermaksud meminta mereka untuk selalu membela Sultan. Minimal mereka juga berani untuk membawa kasus serupa ke ranah hukum."Pergerakan teman-teman bukan harus selalu membela Sultan, tapi ada kasus intoleransi yang terjadi dan oknum-oknum yang mencoba merusak Yogyakarta juga dilaporkan, jangan hanya soal media sosial saja," jelasnya.Karena itu GKR Hemas berpesan agar kasus Florence ini dijadikan pelajaran bagi semuanya. Dia berharap segenap elemen masyarakat bersama-sama bisa menjaga Yogyakarta yang nyaman."Kita jadikan ini pembelajaran bersama, dan mari kita jaga keharmonisan Yogyakarta bersama," tandasnya.
GKR Hemas: Sultan dihina tidak pernah ada yang mempolisikan
Menurutnya, paling tidak ada dua kali secara terang-terangan menyebar kebencian dan juga menghina Sri Sultan HB X.
Rekomendasi