Kapolri Jenderal Sutarman bersama para petinggi Polri menyatakan sikap terhadap kasus Komisoner Kompolnas Adrianus Meliala. Kapolri menyebut komisioner Kompolnas itu sebagai orang yang tidak beretika karena menuding Polri menggunakan bandar judi online sebagai ATM."Saya sangat menyayangkan pernyataan akademisi yang juga kompolnas yang menurut saya tidak mengindahkan nilai etika. Tidak mendidik masyarakat dan melanggar UU," ujar Sutarman di Rupatama Polri, Jakarta, Jumat (30/8).Bahkan perkataan tersebut dia ucapkan berulang kali. Alasannya tak lain ingin menunjukkan apa yang disampaikan Adrianus salah."Statement ini menimbulkan distrust pada institusi Polri. Kalau sudah distrust, masyarakat akan membenci Polri apa ini disadari atau tidak oleh orang yang memberikan statement, akan terjadinya perlawanan masyarakat terhadap Polri," tegas Sutarman.Oleh karena itu, jika Adrianus merasa dirinya bersalah, Kapolri menginginkan Adrianus meminta maaf dan mencabut pernyataannya. Jika Adrianus enggan melakukannya, Kapolri pun sudah mengancam melanjutkan ke jalur hukum.
Kapolri nilai Adrianus tak beretika dan rugikan polisi
"Kalau sudah distrust, masyarakat akan membenci Polri apa ini disadari atau tidak," kata Sutarman.
Rekomendasi