Irjen Kemendikbud Haryono Umar menyayangkan sikap pihak Rektorat Universitas Nasional yang membekukan kegiatan senat dan UKM di lingkungan kampus. Mantan pimpinan KPK itu bertanya-tanya mengapa Rektorat Unas justru membekukan seluruh kegiatan di kampus, bukan mencari pelaku pengedar narkoba."Kalau ada tikus di dalam rumah, jangan rumahnya yang dibakar atau dirobohkan. Justru harus dicari tikusnya," ujar Haryono, Jumat (29/8).Padahal, kata Haryono, tidak semua kegiatan kampus membawa dampak negatif bagi mahasiswanya. Haryono kasihan kepada mahasiswa-mahasiswi Unas yang tak terkait kasus perederan narkoba itu. Apalagi, kini ada pemberlakuan jam malam di kampus tersebut."Jangan sampai mahasiswa tak tersalurkan kegiatannya dan justru mencari tempat-tempat yang aneh di luar kampusnya," ujarnya.Menurut Haryono, peredaran narkoba di kampus bukan sepenuhnya salah mahasiswa. Justru tenaga pendidik, yang menjadi dosen-dosennya patut dipertanyakan apakah selama ini mengawasi aktivitas mahasiswa-mahasiswanya."Jadi bukan salah mahasiswa, itu justru di pendidiknya. Itulah jangan sampai para dosen di kampus cuma memberikan pelajaran materi kuliah. Tapi harus juga jadi contoh dan meluangkan waktu berdialog seperti soal agama, etika serta kegiatan yang positif kepada para mahasiswanya," pungkasnya.
Kemendikbud sayangkan Rektorat Unas bekukan kegiatan mahasiswa
Menurut Haryono, peredaran narkoba di kampus bukan sepenuhnya salah mahasiswa.
Halaman Berikutnya
Usai Telusuri CCTV, Polisi Amankan Mahasiswa Terduga Pelaku Penembakan Balikpapan
Advertisement
Rekomendasi