Setelah jadi hakim, Hamdan Zoelva irit bicara

Buatnya, berakrab-akrab dengan media sudah selesai di zaman dirinya menjadi politikus PBB.

Lia Harahap
Oleh Lia Harahap - Reporter
Setelah jadi hakim, Hamdan Zoelva irit bicara
Hamdan Zoelva. ©2014 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Banyak yang menilai Hamdan Zoelva tak ramah pada media sejak menjadi Ketua Mahkamah Konstitusi. Pemandangan ini agaknya berbeda ketika MK dipimpin Akil Mochtar yang terlihat akrab dengan beberapa wartawan.Hamdan mengakui dirinya memang menjaga jarak dengan media. Alasannya, hanya satu sebagai hakim yang menangani banyak perkara dan menyimpan sejumlah hal penting dirinya tak boleh banyak bicara."Ketika menjadi hakim, bukan saya tidak butuh media, tapi hakim tidak boleh banyak bicara," cerita Hamdan saat berbincang santai dengan awak KLN Network, di Gedung Mahkamah Konstitusi.Buatnya, berakrab-akrab dengan media sudah selesai di zaman dirinya menjadi politikus PBB. Kini saatnya dia mengubah diri menjadi orang tak banyak bicara."Jujur saya itu baru saja mengubah sikap. Sewaktu saya menjadi politisi, bukan media yang cari saya. Saya yang cari media, benar. Karena saya butuh media," tambahnya.Dia menambahkan, seorang hakim hanya boleh berbicara saat membaca putusan di persidangan. Hamdan tak mau, salah bicara malah berujung multitafsir."Hakim itu bicaranya melalui putusan. Karena bicaranya hakim itu adalah hukum," tegasnya."Saya sekali bicara dicatat, nanti maju dalam sidang, menurut Hamdan Zoelva di ini.... Kan repot," ujarnya sambil tertawa.

Rekomendasi