Indonesia memang kaya akan pulau-pulau kecil. Namun ironisnya, sejumlah pulau yang memiliki daya pesona alam memikat, ditawarkan untuk dijual. Salah satunya Pulau Kiluan yang masuk dalam administrasi kabupaten Tanggamus, Lampung.Pulau Kiluan dibanderol Rp 3,5 miliar. Salah satu daya tarik Kiluan adalah pasir putihnya yang cantik, terumbu karang, air laut yang tenang serta nyanyian lumba-lumba.Memang sejauh ini belum terungkap siapa yang tega menjual Pulau Kiluan. Namun, tentu hal tersebut banyak disayangkan banyak pihak. Berikut lima cerita di balik penjualan Pulau Kiluan:
Advertisement
Bak surga di tengah hamparan bukit dan pulau, Pulau Kiluan menjadi destinasi wisata yang layak dikunjungi. Panorama surgawi seperti suara deburan ombak, bau laut yang berharmoni dengan nyanyian lumba-lumba hingga sunset nan jelita, keindahannya memanjakan pancaindra Anda.Sekitar 30 menitan, bisa menikmati ketika sang surya tenggelam, hilang di antara awan yang berarak di Teluk Kilauan. Matahari seakan membuat suasana semakin romantis dengan alunan simfoni ombak-ombak yang menghantam karang.Kuning, jingga kemudian ungu awan pun berubah mengikuti kepergian sang surya. Panorama surgawi Kiluan sungguh menciptakan suasana romantis.
Advertisement
Selain dijual, Pulau Kiluan juga dapat disewa selama 25 tahun dan diperpanjang hingga 70 tahun. Tidak diketahui siapa yang memasarkan tempat wisata yang berada sekitar 80 km dari kota Bandar Lampung itu.Kiluan dikenal surga bagi kawanan lumba-lumba liar. Mamalia laut yang sangat cerdas, itu biasa menyelam bebas di bawah laut kristal. Pemandangan semakin indah dengan pantai berpasir putih dan latar belakang langit biru.
Advertisement
Berhembusnya kabar penjualan Pulau Kiluan membuat panas kuping penduduk asli Kiluan. Salah satunya Dirham yang menghuni Kiluan sejak 20 tahun lalu dan dianggap sebagai penduduk yang memiliki Kiluan.Dianggap bertanggung jawab terhadap pulau tersebut, Dirham pun ditanyai banyak orang mulai dari wartawan sampai orang pemerintahan."Besok saya diundang untuk beri konfirmasi ke Dinas kelautan. Gara-gara blog itu semua konfirmasi ke saya mulai dari LSM, pemerintahan, pihak militer angkatan laut, bupati sudah saya konfirmasi," ucap Dirham kepada merdeka.com melalui sambungan telepon, Jakarta, Selasa (26/8).
Advertisement
Bukan kali ini saja Dirham dihadapkan pada isu penjualan Pulau Kiluan. Di tahun 2004, dia dan penduduk Kiluan lainnya pun sempat was-was dengan isu penjualan pulau Kiluan di blog yang sama."Sudah dua kali ini ditemukan 2003, 2004 nah itu nomor teleponnya intinya orang dari mana enggak tahu," kata Dirham.Sebagai penduduk lokal Pulau Kiluan, Dirham mengaku sampai saat ini dirinya tidak pernah ditawari uang untuk menjual Pulau yang berhadapan dengan Selat Sunda itu."Belum ada pihak-pihak yang ingin beli, ini malah banyak dari pemerintah daerah siap untuk membeli," pungkas dia.
Advertisement
Dirham pernah mencoba menelusuri situs yang mengaku menjual pulau dengan cara berpura-pura menjadi pembeli."Ternyata iklannya tidak jelas, setelah saya pura-pura tawar ternyata enggak bisa menjelaskan dan bilangnya pulau di Kalimantan," jelas Dirham.Sempat terbesit untuk melaporkan pemilik situs tersebut tetapi mereka mempertimbangkan kembali karena pemilik situs anonim.