Polri dinilai sukses kawal Pemilu dan Pilpres secara aman

Keberhasilan itu pun terlihat sejak pengamanan kampanye, pemilihan, pengumuman, hingga sengketa di Mahkamah Konstitusi.

Dede Rosyadi
Oleh Dede Rosyadi - Reporter
Polri dinilai sukses kawal Pemilu dan Pilpres secara aman
Ilustrasi Polri. ©2014 Merdeka.com

Pengamanan Polri dalam Pemilu memang masih belum selesai. Namun pakar Ilmu Kemasyarakatan dari UIN Sunan Ampel Surabaya Akhmad Muzakki MAg M.Phil PhD menilai Polri sudah cukup sukses dalam mengawal Pemilu yang aman di tahun 2014 ini.Keberhasilan itu pun terlihat sejak pengamanan kampanye, pemilihan, pengumuman, hingga sengketa di Mahkamah Konstitusi."Cuma polisi memang terlalu antisipatif. Tapi hal itu dapat dimaklumi, mengingat Pilpres kali ini bersifat 'head to head' dan kebetulan ada capres dari militer," kata sosiolog yang kini menjadi Dekan Fakultas Ilmu Sosial UIN Sunan Ampel Surabaya itu kepada Antara di Surabaya, Sabtu (23/8).Mantan pengajar "Australian Defence Force Academy" (ADFA) selama 2,5 tahun itu mengaku tidak bisa membayangkan bila Pemilu dan Pilpres tidak sukses. Karena pengalaman yang ada pada negara-negara lain, termasuk negara Muslim dan negara berkembang, justru menakutkan."Kalau mengaca pada negara-negara itu justru memunculkan kekerasan tanpa terkendali dan masuknya militer dalam kancah politik melalui kudeta, karena itu polisi patut diacungi jempol, sebab akhirnya memunculkan akal sehat yang menang dalam proses demokrasi itu," ujarnya.Ia mengatakan konflik dalam Pemilu dan Pilpres kali ini memang ada karena sengitnya persaingan. Namun konflik yang ada tidak sampai mengarah pada bentrokan atau benturan yang sangat tajam."Kalau meminjam istilah hukum itu tidak sampai ada konflik yang terstruktur, sistemik, dan masif atau TSM. Apalagi, polisi mampu bertindak dalam menjaga ketertiban tanpa melibatkan aparat militer, meski aparat TNI bisa saja turun atas permintaan Polri," jelasnya.Selain itu, aparat TNI sendiri yang sedang berada dalam sorotan juga mampu menahan diri untuk bersikap hati-hati dan menghindari sikap yang mengarah pada sikap intervensi."Jadi, aparat TNI juga sukses dalam menahan diri, padahal ada capres yang militer, lho," ungkapnya.

Rekomendasi