Pengamat: Heboh serial India hanya bersifat musiman

Kurangnya kreativitas penulis skenario di Indonesia menjadi kendala dalam membuat cerita rakyat asal Indonesia.

Sri Wiyanti
Oleh Sri Wiyanti - Reporter
Pengamat: Heboh serial India hanya bersifat musiman
Mahadewa. ©2014 merdeka.com/istimewa

Tayangan serial asal negeri Hindustan mulai merajai layar kaca Indonesia. Dimulai dari penayangan serial Mahabharata di stasiun televisi ANTV yang mampu mendongkrak rating perusahaan milik Aburizal Bakrie tersebut.Beberapa stasiun televisi mulai mengekor dengan menayangkan serial serupa, baik yang diperankan oleh sosok asli hindustan, maupun pemeran asal Indonesia.Koordinator Bidang Isi Siaran Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Rahmat Arifin menilai banyaknya stasiun televisi yang menayangkan tontonan serupa lantaran tergiur pamor tayangan tersebut adalah hal wajar."Yang namanya dunia pertunjukan tidak bisa lepas dari peniruan, di Antv kan sukses, TV-TV lain juga ingin meniru," kata Rahmat kepada merdeka.com, Kamis (15/8).Namun, lanjut Rahmat, alangkah lebih baik apabila cerita yang diangkat adalah cerita rakyat yang berkembang di Tanah Air. "Kalau mau lebih baik settingnya sesuai dengan latar budaya kita seperti Raden Kian Santang. Tokoh kita juga banyak yang bisa diangkat seperti Gadjah Mada," ujar Rahmat.Rahmat melihat kurangnya kreativitas penulis skenario di Indonesia menjadi kendala dalam membuat cerita rakyat asal Indonesia menjadi menarik. "Penulis skenario kita ini miskin kreativitas, makanya sekali sukses langsung jadi rebutan. Kita belum bisa mengangkat yang basisnya sejarah kita," jelas Rahmat.Rahmat mengakui bahwa cerita rakyat lokal yang diangkat ke layar kaca oleh penulis skenario Indonesia, seringkali keluar dari cerita aslinya. Hal ini juga menjadi salah satu faktor kurangnya ketertarikan penonton terhadap tayangan lokal."Itu kembali kepada perilaku, ketika cerita itu menjadi serial memang tuntutan untuk produksi itu tinggi, riset kurang. Bisa basic sejarah, tapi ada variasi, itu sah-sah saja. Tapi basisnya sejarah," jelas Rahmat.Rahmat menilai, tren serial asal tanah Hindustan ini hanya bersifat musiman, seperti halnya serial asal negeri ginseng, Korea yang sempat booming beberapa waktu lalu. "Menurut saya ini tren musiman, ini hitungan bulanan ini. Ini perputarannya cepat," tutup Rahmat.

Rekomendasi