Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Ciputat, Tangerang Selatan, menanggapi kabar yang menyebutkan jika mahasiswanya kerap menjadi bagian dalam garis keras gerakan Islam ISIS.Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UIN Syarif Hidayatullah Sudarnoto Abdul Hakim mengatakan, tidak benar jika kampusnya kerap disebut sebagai tempat pengkaderan gerakan keras. Termasuk pengkaderan yang dilakukan ISIS dalam video yang beredar beberapa waktu lalu."Nggak bener itu," kata Sudarnoto di Tangerang Selatan, Selasa (5/8).Menurut Sudarnoto, kampus UIN memang kerap dijadikan kambing hitam dalam setiap pergerakan garis keras Islam. Kemungkinan karena akademisi yang berada di kampus tersebut yang nota bene muslim, seolah menjadi sasaran tembak klaim kelompok tertentu.Menangapi kabar ISIS yang berada di UIN, Sudarnoto dalam dua hari ke depan akan melakukan rapat untuk membahas hal tersebut. Rapat itu guna memberikan keterangan antar sesama akademisi mengenai isu tersebut."Dalam dua hari ini saya undang seluruh pembantu dekan dan kemahasiswaan untuk rapat kordinasi untuk menjaga kampus dengan mekanisme yang kami akan bicarakan bersama nanti," katanya."Mereka harus diyakinkan supaya tidak terpengaruh, program pencegahan kami untuk mahasiswa baru ada orientasi akademik, sedangkan mahasiswa lain pun ada program dua bulan sekali tentang Islam dan kebangsaan agar mereka sadar soal itu," katanya.
Video ISIS merebak, pihak UIN kumpulkan petinggi kampus
Pihak UIN membantah mahasiswanya ikut gabung ISIS.
Rekomendasi