4 Aksi Jonan layak jadi teladan

Jonan juga punya sederet prestasi lainnya yang membuat Dahlan terkagum-kagum sehingga kerap kali memuji Jonan.

Mustiana Lestari
Oleh Mustiana Lestari - Reporter
4 Aksi Jonan layak jadi teladan
Ignasius Jonan Dirut KAI. ©2014 merdeka.com/dwi narwoko

Direktur Utama PT KAI Ignasius Jonan kembali menuai pujian dan simpati masyarakat saat sebuah foto dirinya meringkuk tertidur pulas di KRL ekonomi tersebar. Foto yang disebar di jejaring sosial tersebut turut mengundang pujian Menteri BUMN Dahlan Iskan.Menurut anak buahnya di PT KAI , dia sejak tanggal 20 Juli sampai saat ini paling tidak hampir 15 hari, masih belum pulang ke rumah demi memantau arus mudik dan balik.Saat berada di KA ekonomi Panatara tujuan Malang-Surabaya, Jonan sangat menikmati tidurnya setelah melihat kesiapan arus balik, dipo dan stasiun di Kota Malang, Jawa Timur.Sepertinya keputusan Dahlan untuk memperpanjang masa kerja Jonan adalah keputusan tepat. Selain dinilai sukses melayani para pemudik dengan kereta, Jonan juga punya sederet prestasi lainnya yang membuat Dahlan terkagum-kagum sehingga kerap kali memuji Jonan.Berikut adalah teladan Jonan yang buat masyarakat dan pimpinannya simpati:

15 Hari hidup di kereta ekonomi

Foto Direktur PT KAI, Ignasius Jonan terlelap tidur dalam Kereta Api ekonomi menyebar di laman media sosial. Menurut anak buahnya di PT KAI, dia sejak tanggal 20 Juli sampai saat ini paling tidak hampir 15 hari, masih belum pulang ke rumah demi memantau arus mudik dan balik.Jonan yang masih berseragam lengkap tidur meringkuk di bangku penumpang beralaskan sweeternya. Jonan tidur pulas tanpa melepas kaos kakinya. Saat berada di KA ekonomi Panatara tujuan Malang-Surabaya, Jonan sangat menikmati tidurnya setelah melihat kesiapan arus balik, dipo dan stasiun di Kota Malang, Jawa Timur.

"Sekarang kami ada di Semarang, baru H+10 lepas piket, ini diperpanjang," ujar Juru Bicara PT KAI , Sugeng Priyono yang selama ini menemani Jonan keliling melihat kesiapan angkutan lebaran, pada merdeka.com, Senin (4/8).Dia mengatakan foto itu diambil oleh Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio, pada 31 Juli lalu. Dirinya, dan Jonan tidak tahu kalau saat ini foto dirutnya yang kelelahan menyebar di media sosial bahkan jadi bahan tulisan Menteri BUMN, Dahlan Iskan, hari ini.

3 Jam pantau loket dan periksa karcis penumpang

Budhi Santoso seorang pemudik menceritakan Jonan turun tangan langsung mencocokkan tiket KA dengan KTP penumpang di Stasiun Gambir."Kejadiannya tanggal 26 Juli lalu sekitar pukul 18.00 WIB. Saya hendak mudik ke Semarang bersama istri saya. Saat itu di loket pemeriksaan ternyata ada Pak Jonan dengan beberapa staf," kata Budhi kepada merdeka.com, Senin (4/8).Budhi menuturkan karena kehabisan tiket, dia mendapat jadwal kereta yang berbeda dengan istrinya. Istri Budhi mendapat kereta pukul 19.00 WIB, sedangkan Budhi naik kereta pukul 21.30 WIB. Saat dia hendak masuk peron, Jonan sendiri yang melarang."Mas belum bisa masuk, karena kereta baru nanti," kata Budhi menirukan Johan.Jonan cukup lama ikut memeriksa tiket penumpang. Orang nomor satu di PT KAI itu baru meninggalkan loket sekitar pukul 20.30 WIB."Jadi sekitar tiga jam dia ikut memeriksa tiket. Saya foto-foto dan unggah di twitter, responsnya positif. Banyak yang memuji Pak Jonan," kata Budhi.

Mutasi dan pecat karyawan bergaji Rp 30 juta

Cerita sukses KAI itu tidak terlepas dari "tangan dingin" Jonan mengubah etos kerja karyawan sejak didapuk menjadi orang nomor satu di BUMN itu pada 2009. Dia tidak segan memensiunkan dini karyawan pemalas."Itu kalau memang ada yang tidak fit lagi dikerjaannya, diminta untuk pensiun dini dan sebagainya. Tahun ini saja ada 200 karyawan pensiun dini," kata Jonan dalam bedah buku di Jakarta, Rabu (9/10) malam.Jonan mengaku telah puluhan kali memecat anak buahnya setingkat kepala regional ataupun kepala stasiun. Dari pengakuannya langkah itu diambil karena anak buahnya tidak becus dalam bekerja.Jonan menuturkan, kepala regional sudah mengantongi gaji Rp 30 juta sebulan. Dengan besarnya gaji tersebut, maka tidak boleh ada kesalahan dalam memberikan pelayanan."Dibayar mahal kok. Zaman sebelum saya penghasilannya kecil. Sekarang penghasilannya besar hampir Rp 30 juta sebulan," kata Jonan di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (28/10) malam.

Jonan larang karyawan nonton bola

Juru Bicara PT KAI Sugeng Priyono bercerita, bosnya tersebut sangat sederhana dalam perjalanan pemantauan arus mudik. Dia tidak membawa barang bawaan yang seabrek atau tas gede dengan berbagai macam pakaian. Saat perlu kaos, dia pun tinggal beli kaos oblong di daerah yang disinggahinya."Sehari-hari dia hanya pakai seragam dinas PT KAI , kalau kotor tinggal ke laundry," ujarnya.Bahkan, lanjut Sugeng, ketegasan Jonan, terasa pula saat mulai Piala Dunia, semua pos-pos atau tempat kerja karyawan PT KAI , terutama stasiun dan ruang pengendali dilarang ada televisi. Alasannya, karyawan biar tidak bergadang nonton televisi. "Dia enteng saja bilang, kalau mau nonton ya nonton siaran ulangnya. Ini membuat tidak ada lagi masinis atau karyawan yang kesiangan," katanya.

Rekomendasi