Usaha pecel lele ternyata sangat menjanjikan di Kota Palembang. Betapa tidak, dalam semalam pedagang mampu meraup omzet jutaan rupiah dari usaha tersebut.Ibu Tina (52), salah seorang pedagang pecel lele seputaran Jalan Jenderal Sudirman Palembang mengaku, dalam semalam dia menghabiskan 20 ekor ayam dan 10 kilogram lele. Belum lagi puluhan ikat sayur kangkung yang dibuat cah kangkung sebagai pelengkap lauk yang dijual Rp 8 ribu per porsi."Itu dipukul rata-rata mas, kadang lebih dari itu ada juga tidak sampai," ungkap Tina kepada merdeka.com, Jumat (4/7).Dikatakannya, jika lagi bernasib baik, mampu menghasilkan Rp 2 juta per malam. Namun, dia enggan menyebutkan berapa total keuntungan bersih."Bisa Rp 2 juta permalam. Tapi itu kan belum termasuk gaji karyawan dan lain-lain. Untuk bersihnya (keuntungan) ada pokoknya," kata dia.Ibu tiga anak asal Lamongan, Jawa Timur itu mengaku dengan banyaknya pesaing, otomatis mengurangi pendapatan meski tidak terlalu signifikan. "Alhamdulillah kami sudah banyak pelanggan, tidak terlalu berpengaruh banyak pesaing," tutupnya.Sebelumnya Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindagkop) Palembang Syahrul Hepni mengatakan pihaknya kan mengenakan pajak bagi para penjual pecel lele. "Ini baru usulan Pak Wakil Wali kota. Tapi usulannya akan kita tindaklanjuti lagi pula pajak bagi pecel lele sudah lama direncanakan, sekarang akan dibahas lagi," ungkap Syahrul kepada merdeka.com, Jumat (4/7).Dikatakannya, pajak tersebut tak lain untuk meningkatkan PAD Palembang sehingga nantinya dapat dinikmati masyarakat banyak, termasuk para pedagang pecel lele itu sendiri."Untuk besaran pajaknya belum tahu. Nanti dihitung dulu," ujarnya.
Omzet warung pecel lele di Palembang capai Rp 2 juta per malam
Namun Bu Tina enggan menyebutkan berapa total keuntungan bersih dengan omzet Rp 2 juta itu.
Advertisement
Rekomendasi