Kedua tim datang dengan memiliki permasalahan tersendiri. Belgia memiliki permasalahan ketajaman pada barisan lini depan yang selama putaran grup rata-rata hanya mencetak satu gol. Sedangkan Amerika ada permasalahan pada barisan lini belakang. Terbukti dari enam pertandingan yang dijalani sepanjang tahun ini, Amerika hanya satu kali merasakan gawangnya tetap perawan.Dua catatan di atas ternyata juga menggambarkan pertandingan ini di 2x45 menit. Kedua tim bermain imbang tanpa gol.Pertandingan baru berjalan 40 detik, Belgia langsung mengancam. Umpan terobosan Dries Martens berhasil diteruskan Divock Origi-yang belakangan menjadi pilihan utama pelatih-walaupun tendangannya hanya menghasilkan tendangan pojok bagi Belgia.Menit 20 Amerika mencoba mengancam. Michael Bradley yang gagal melakukan sodoran ke depan kotak penalti membuat bola terlepas dan mengarah ke Clint Dempsey. Dempsey melihat ada sedikit ruang tembak, dan dirinya langsung melakukan tendangan dari luar kotak penalti. Sayang tendangannya masih mudah ditangkap Thibaut Courtois.Di 45 menit pertama ini Belgia tak sedikit pun mengendurkan serangan sejak menit awal. Berbagai macam serangan terus digencarkan, baik melalui sisi kanan dan kiri, ataupun dari lini tengah. Eden Hazard, Dries Martens, dan Kevin de Bruyne silih berganti meneror pertahanan Amerika, meski hasilnya belum ada yang berbuah manis. Dengan begitu, belum ada gol yang dihasilkan dari kedua tim di babak pertama. Belgia dan Amerika masih sama kuat.Babak kedua anak asuh Marc Wilmots tak kendurkan serangan, bahkan lebih militan. Terbukti sundulan Dires Martens nyaris membuka keunggulan bagi Belgia kalau saja Tim Howard tidak sigap menepis bola menit 57. 10 menit kemudian lagi-lagi barisan lini tengah dan depan Belgia jadi mimpi buruk pertahanan Amerika. Sepakkan keras mendatar Alex Witsel dari luar kotak penalti hampir membuat Belgia unggul, sayang bola masih tipis di samping gawang.Selalu ditekan dan tak kurun mencetak gol di babak kedua hingga menit 70 tentu bukan hal yang disukai oleh Clint Dempsey dkk. Sebabnya Amerika dalam empat pertandingan yang pernah dijalaninya, selalu kebobolan di 15 menit akhir pertandingan.Hal tersebut membuat anak asuh Juergen Klinsmann harus tampil keluar. Hasilnya sedikit terlihat setelah dua kali tendangan Dempsey dari luar kotak penalti cukup membahayakan gawang Courtois, pada menit 71 dan 73. Namun tendangan Dempsey tersebut tak membuat Belgia takut, justru sebaliknya. Lewat kaki Hazard, Belgia lagi-lagi hampir unggul, kalau saja bola yang ditendangnya mampu melewati Howard. Hazard untuk kesekian kalinya menebar ancaman, namun hasilnya sama, tendangannya masih bisa dimentahkan Howard yang bermain cemerlang di pertandingan ini.Amerika hampir saja memulangkan Belgia di menit-menit akhir laga babak kedua. Sayang dewi fortuna belum ingin hinggap di kubu mereka. Chris Wondolowski yang berdiri bebas di depan gawang tak mampu mengkonversi bola dengan baik, hasilnya pertandingan pun dilanjutkan di babak tambahan.Susunan pemain
Belgia (4-3-3): Thibaut Courtois, Toby Alderweireld, Daniel van Buyten, Vincent Kompany (k), Jan Verthongen, Alex Witsel, Marouane Fellaini, Dries Martens, Kevin de Bruyne, Eden Hazard, Divock Origi.
Pelatih: Marc Wilmots.Amerika (4-2-3-1): Tim Howard, Fabian Johnson (DeAndre Yedlin 32'), Omar Gonzalez, Matt Besler, DaMarcus Beasley, Jermaine Jones, Michael Bradley, Geoff Cameron, Graham Zusi (Chris Wondolowski 72'), Alejandro Bedoya, Clint Dempsey (k).
Pelatih: Juergen Klinsmann.