Penasihat tim pemenangan pasangan capres cawapres Jokowi-JK Hendropriyono, mengatakan untuk memahami soal politik luar negeri dan ketahanan nasional tidak perlu berlatar belakang militer. Karena yang terpenting mampu memimpin 250 juta rakyat Indonesia."Pak Jokowi itu sipil tapi militan. Kan kalau topik begitu tak perlu jadi militer dulu," katanya usai acara Deklarasi Relawan Forum Komunikasi Penegak Kebenaran di Forum KPK, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (22/6).Hendropriyono mengungkapkan, Jokowi telah menguasai masalah ketahanan nasional dan hubungan internasional. Jokowi juga telah menyiapkan visi misinya yang merupakan kontrol untuk administrasi pemerintahan yang akan datang. Sehingga latar belakang Prabowo Subianto sebagai TNI takkan berpengaruh besar. "Militer itu tak ada hubungannya. Ini kan bukan untuk memimpin militer saja, tetapi akan memimpin 250 juta rakyat Indonesia," ungkap Hendropriyono.Dia mengungkapkan, tak dilibatkan dalam penyusunan materi visi misi Jokowi dalam topik debat. Sebab disiapkan sendiri oleh Jokowi bersama JK. Sehingga Hendropriyono menilai, Jokowi akan mendominasi debat. "Dia (Jokowi) selalu menang," imbuhnya.Lebih jauh, Hendropriyono mengatakan bila Prabowo sering blunder dalam setiap pernyataannya. Misalnya soal pertumbuhan ekonomi selalu bicara dengan retorika kuantitas 8 persen tanpa berbicara bagaimana agar terjadi pemerataan kesejahteraan di seluruh rakyat. "Sementara kita harus bicara, ukur lah ekonomi Indonesia dari daya beli yang paling miskin. Dan kita harus evaluasi yang sering impor," ujarnya.
Hendropriyono: Tak perlu jadi TNI buat kuasai ketahanan nasional
"Pak Jokowi itu sipil tapi militan. Kan kalau topik begitu tak perlu jadi militer dulu," kata Hendro.
Rekomendasi