Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Helmy Faishal Zaini menduga ada pihak-pihak yang menjual namanya dalam kasus penangkapan Bupati Biak Numfor, Yesaya Sombuk. Dalam penangkapan itu, berujung dengan disegelnya beberapa ruangan di Kementerian PDT di antaranya ruang Deputi I Suprayoga Hadi, dan Deputi V Lili Romli."Mungkin di luar sana ada yang jual nama saya dan dikait-kaitkan, kan kita enggak tahu," ujar Helmy saat jumpa pers di kantornya, Jakarta, Selasa (17/6).Mengenai kelanjutan kasus tersebut seperti apa, politikus PKB itu pun enggan berspekulasi. "Belum tau. Waallahu a'lam bisowab," katanya.Selain itu, dia meminta kepada semua pihak agar tak menyangkut pautkan kasus tersebut dalam ranah politik. "Banyak yang tanya, ada sms apakah karena saya timses Jokowi - JK. Saya luruskan sama sekali tidak terkait politik Pilpres," katanya.Seperti diberitakan, KPK menyegel lima ruangan di gedung Kementerian PDT terkait kasus tangkap tangan Yesaya dan lima orang lainnya. Selain lantai 2, KPK juga menyegel dua ruangan lain di lantai 4. Lantai ini merupakan tempat para deputi berkantor.Juru Bicara KPK Johan Budi belum mau menjelaskan detail keterkaitan penyegelan ruangan di Kementerian PDT dan penangkapan Yesaya. Namun, dia memaparkan kronologi penangkapan Bupati Biak berawal saat penyidik KPK mengamankan seseorang bernama TM yang berprofesi pengusaha swasta.TM bertemu dengan Y yang menjabat sebagai kepala dinas di Kabupaten Biak bidang pengendalian bencana. Pertemuan keduanya terjadi di Hotel Akasia. Setelah bertemu, lanjut Budi, keduanya menuju ke sebuah kamar di lantai tujuh."Yang kemudian didapati ada YS, Bupati Biak. Setelah itu dua orang tadi baik TM dan Y keluar dari kamar tidak jauh dari situ kemudian KPK melakukan pengamanan atau penangkapan," lanjut Johan Budi.KPK menemukan bukti tas dari dalam kamar hotel. Setelah dilakukan pemeriksaan, penyidik mendapati sejumlah dolar Singapura. Dolar ini terbagi dalam pecahan 10 ribu dan seribu dolar Singapura. Uang ditaruh di amplop putih dalam tas hitam tersebut."Setelah itu ketiganya, di sana juga ikut diamankan dua sopir, satu sopir TM dan satu sopir YS, satu lagi ajudan. Hingga saat ini, keenam orang tersebut masih menjalani pemeriksaan. Jadi status masih terperiksa," ujar Johan Budi.
Helmy Faishal duga ada yang jual namanya dalam kasus Bupati Biak
Mengenai kelanjutan kasus tersebut seperti apa, politikus PKB itu pun enggan berspekulasi.
Rekomendasi