Guruh nilai konstitusi sudah melenceng dari cita-cita Soekarno

"DPD malah terlihat meniru kinerja senator-senator asing," kata Guruh.

Fariz Fardianto
Oleh Fariz Fardianto - Reporter
Guruh nilai konstitusi sudah melenceng dari cita-cita Soekarno
Guruh Soekarnoputra. ©2013 Merdeka.com

Politikus PDIP, Guruh Soekarnoputra menilai, proses demokrasi yang sedang berjalan di Indonesia sudah melenceng dari ajaran Bung Karno. Hal ini karena banyaknya sistem pemerintahan yang fundamental justru diubah oleh orang-orang tertentu yang haus kekuasaan."Sepertinya sistem konstitusi yang sekarang sedang berjalan benar-benar sudah melenceng dari proses pembentukan Indonesia di era Soekarno," kata Guruh, kepada merdeka.com, di Bundaran HI, Minggu (15/6).Menurut Guruh, perubahan kondisi tersebut akhirnya membuat aturan perundang-undangan menjadi salah kaprah. Dia mencontohkan, salah satu yang sudah berubah adalah UUD yang diamandemen pada tahun 2002 silam. UUD hasil amandemen, kata dia, sudah sangat liberal sehingga patut dikembalikan fungsinya seperti semula.Perubahan fungsi UUD ini juga mengakibatkan kerja para wakil rakyat yang duduk di kursi MPR sudah arogan seperti bangsa asing. Sistem kerja para anggota DPD pun juga demikian. "DPD malah terlihat meniru kinerja senator-senator asing," kata Guruh.Saat ini, proses pemilu secara langsung juga bisa mencederai fungsi presiden sebagai kepala negara. "Sudah tidak ada GBHN. Bertentangan dengan pancasila sila keempat pula. Jadi bila Jokowi-JK terpilih menjadi presiden dan wakil presiden periode berikutnya maka yang harus dilakukan pertama kali adalah melakukan perubahan fundamental di sektor politik kemudian baru sektor-sektor lainnya," ujar Guruh.

Rekomendasi