Kisah pencarian ketentraman batin Abdi Dalem Kraton Yogyakarta

Menjadi abdi dalem tidak sekedar sebuah pengabdian, lebih lagi sebuah penghayatan serta upaya melestarikan kebudayaan.

Kresna
Oleh Kresna - Reporter
Kisah pencarian ketentraman batin Abdi Dalem Kraton Yogyakarta
Abdi Dalem Yogyakarta. ©2014 Merdeka.com/Kresna

Mengabdi bukan perkara yang mudah. Dibutuhkan keikhlasan untuk melakukannya. Itu yang dikatakan oleh Joyo Darsono, salah seorang abdi dalem yang sudah 20 tahun mengabdi di bagian penjagaan pintu Kraton Kilen tempat Sri Sultan HB X tinggal.Bagi Joyo, menjadi abdi dalem tidak sekedar sebuah pengabdian, lebih lagi sebuah penghayatan serta upaya melestarikan kebudayaan."Sudah turun temurun keluarga saya menjadi abdi dalem, saya sendiri sudah 20 tahun, bukan lagi soal mengabdinya tapi bagaimana menghayati," ujar Joyo saat ditemui di Kraton Kilen tempatnya bertugas, Jumat (30/05).

Topik pilihan: Abdi Dalem | yogyakarta Melekatnya penghayatan dan keikhlasan yang dimiliki Joyo membuat perjalanan dari rumahnya di Bantul ke Kraton dengan sepeda Ontel tidak terasa. Jarak yang ditempuh dengan waktu 20-25 menit tersebut tidak menjadi beban bagi Joyo untuk datang ke Kraton dan melakukan tugasnya.Meski tidak setiap hari berangkat ke Kraton, di usianya yang ke-59 dia masih sanggup Ngontel dari rumahnya ke Kraton."Kalau jaman masih muda, paling cuma 15 menit sudah sampai, sekarang ini usia sudah makin tua tenaga tidak seperti dulu lagi," akunya.Joyo mengaku dia tidak pernah merasa berkeluh selama 20 menjadi abdi dalem. Baginya menjadi abdi dalem juga untuk mencari ketentraman batin."Seperti yang saya bilang sebelumnya, kalau pengabdian dihayati, bantin menjadi tentram," tutur Joyo yang sehari-hari bekerja di kebun.Hal serupa juga dirasakan oleh Yudo Sumadyo, abdi dalem yang hampir 30 tahun mengabdi di Kraton. Mulanya Yudo menjadi abdi dalem sebagai Prajurit Kraton. Alasannya ketika bergabung menjadi abdi dalem karena semata-mata melanjutkan pengabdian neneknya yang juga abdi dalem."Saya dulu niatnya ingin nguri-uri kebudayaan, sekaligus melanjutkan semangat nenek saya yang juga abdi dalem," kata Yudo yang bertugas menjaga pintu belakang Kraton.Setelah beberapa tahun menjadi abdi dalem, Yudo merasakan perubahan dalam hidupnya. Dia merasa batinnya lebih tenang dan tentram dibanding sebelumnya."Kata orang dulu menjadi abdi dalem ingin mencari ketentraman batin, ternyata setelah saya menjadi abdi dalem betul, ada perasaan yang berbeda dalam batin, lebih tenang," ungkap Yudo disela-sela tugasnya menjaga pintu gerbang belakang Kraton.Yudo yang tinggal tak jauh dari Kraton, menuturkan selain batin yang tenang selama dia menjadi abdi dalem, dia merasa lebih ikhlas dalam hidup."Hidup itu ada yang mengatur, kita ikhlas menjalani, kalau saya selama menjadi abdi dalem tidak ada permasalahan yang dihadapinya dalam hidup, kuncinya ikhlas. Kalau pengabdian dihayati insya Allah berkah," ujarnya.

Rekomendasi