RI kecam kudeta militer di Thailand

"Indonesia tidak membenarkan suatu sistem seperti yang terjadi di Thailand," ujar Julian.

Yulistyo Pratomo
Oleh Yulistyo Pratomo - Reporter
RI kecam kudeta militer di Thailand
Militer Thailand kudeta pemerintahan. ©AFP PHOTO/Manan VATSYAYANA

Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha menyatakan Indonesia mengecam keras  kudeta yang dilakukan kalangan militer di Thailand. Sebab, tindakan tersebut telah melanggar konstitusi negara tersebut dan mencederai nilai-nilai demokrasi."Indonesia tidak membenarkan suatu sistem seperti yang terjadi di Thailand," ujar Julian di Istana Bogor, Jawa Barat, Rabu (28/5).Meski demikian, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menaruh harapan agar krisis politik yang terjadi di Thailand segera mereda. Pemerintahan di Negeri Gajah Putih tersebut pun kembali terbentuk dan kembali demokratis seperti sedia kala."Harapan bapak presiden dalam krisis Thailand supaya dapat diselesaikan dan Thailand dapat pulih, dan kembali lebih demokratis, dan tidak meninggali nilai-nilai identitas bangsa Asean," tandasnya.Tak hanya itu, SBY juga telah menginstruksikan kepada Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa untuk memastikan keselamatan warga Indonesia yang tinggal di Thailand."Presiden telah instruksikan menlu untuk memantau, dan memastikan warga kita di Thailand untuk tetap aman, dan selamat, dan tidak terlibat politik di sana. Presiden juga telah menginstruksikan KBRI untuk prioritaskan, dan untuk urus WNI kita," pungkasnya.

Rekomendasi