Mensos: Kasus Paedofil, sekolah tak aman lagi bagi anak-anak

Menteri Salim Segaf melihat saat ini yang harus dibenahi yakni kurikulum sekolah.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Mensos: Kasus Paedofil, sekolah tak aman lagi bagi anak-anak
Ilustrasi Pelecehan Seksual Anak. ©2014 Merdeka.com

Menteri Sosial Salim Segaf Al-Jufri prihatin atas tindakan kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur yang terjadi di sekolah. Menurut Salim, sekolah kini tak lagi nyaman bagi anak-anak."Masih sangat prihatin tapi harus ada gerakan nasional untuk menindaki kejahatan seksual, kekerasan terhadap anak. Kalau kita lihat kondisi ini, sekolah zona nyaman malah tidak nyaman lagi. Pasti orang tua gelisah, sekolah sendiri tidak aman," kata Salim saat konferensi pers di Gedung Kementerian Sosial, Salemba, Jakarta Pusat, Jumat (16/5).Politikus Partai Keadilan Sejahtera ini menilai, kekerasan seksual menjadi permasalahan yang sulit diatasi. Sebab, pelaku yang melakukan kekerasan seksual telah menjadi korban sodomi sebelumnya. Sehingga, kata dia, pelaku memiliki rasa dendam untuk melakukan kekerasan seksual terhadap orang lain."Tapi ini permasalahan digali makin muncul. Jadi kalau kita telusuri penyebabnya banyak. Salah satunya pornografi, lingkungan bahkan kita prihatin (pelaku) kekerasan sodomi, pada hal mereka menjadi korbannya," jelasnya.Lebih lanjut, dia melihat saat ini yang harus dibenahi yakni kurikulum sekolah. Sebab, sekolah dinilai tidak mampu melakukan perlindungan terhadap siswa-siswi. "Memang kita harus lihat lagi kurikulum. Sekolah saja sudah tidak menjadi ranah zona aman," tutur dia.Selain di sekolah, lanjut dia, orang tua juga menjadi faktor untuk melindungi anak dari kekerasan seksual. Dia menilai, orang tua cenderung enggan memikirkan anaknya. "Orang tua meninggalkan anaknya untuk kerja di luar negeri. Sehingga anak jauh dari orang tua. Tentunya keluarga berperan mengawasi anak," tandasnya.

Rekomendasi