DPRD sentil Risma terlalu meledak-ledak soal kerusakan taman

Adi, politisi PDIP itu mengaku memahami kemarahan Risma. Namun, amarahnya itu tidak perlu meledak-ledak.

Eda Ervina
Oleh Eda Ervina - Reporter
DPRD sentil Risma terlalu meledak-ledak soal kerusakan taman
Perbaikan Taman Bungkul. ©2014 merdeka.com/moch andriansyah

Kemarahan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini soal peristiwa bagi-bagi es krim Wall's gratis di Taman Bungkul menuai komentar Anggota DPRD Kota Surabaya, salah satunya Adi Sutarwiyono. Adi, politisi PDIP itu mengaku memahami kemarahan Risma. Namun, amarahnya itu tidak perlu meledak-ledak."Saya sebagai warga kota memahami kemarahan Risma. Ini menyangkut taman soalnya. Namun, sebaiknya Risma terlebih dahulu meneliti dari masalah tersebut ketimbang meledak-ledak. Biar lebih melihat duduk perkaranya," ujarnya saat dihubungi merdeka.com, Senin (12/5).Lebih lanjut Adi menjelaskan, persoalan bagi-bagi es krim bukan persoalan personal wali kota, tapi ini persoalan manajemen pengelolaan aset pemerintah kota. Alasannya, Taman Bungkul tiap hari di jaga aparat seperti Satpol PP."Ini yang jadi tanda tanya, itu saat Car Free Day dimana aparat keamanan banyak, harusnya bisa terkontrol dengan baik. Lain kali, kegiatan-kegiatan komersial di Taman Bungkul, seperti di Car Free Day harusnya ditanggapi dengan cermat, semisal izinnya," jelasnya.Dia pun mencontohkan pedagang asongan di sekitar Taman Bungkul diobrak dan diatur Satpol PP dan diberikan tempat untuk berdagang. "Kenapa untuk kasus seperti ini tidak dilakukan seperti itu juga. Di lapangan banyak aparat yang berjaga-jaga di Taman Bungkul itu," tanyanya.Adi mengaku tidak sedang membela siapa-siapa."Di sini kondisinya saya tidak membela siapa-siapa. Hanya saja ini sudah terjadi, ke depannya lebih menyikapi dengan cermat saja persoalan ini," tutupnya.Sebelumnya, Risma marah-marah setelah tahu acara bagi-bagi es krim Wall's di Taman Bungkul merusak beberapa titik taman, Minggu (11/5). Dia menegur panitia acara dan mengancam bakal menggugat secara pidana dan perdata panitia.

Rekomendasi