Pasca kebakaran Selasa (8/5) lalu, ratusan pekerja di Pasar Mebel Ngemplak, Solo, terancam menganggur. Akibatnya, para pekerja yang kebanyakan sebagai tukang kayu tersebut mendesak Pemerintah Kota Solo dan pihak terkait untuk segera memikirkan nasib mereka.
Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Mebel Ngemplak, Sidik Budi Santoso mengatakan jumlah kios mebel yang terbakar sebanyak 25 los. Di setiap los, para pengusaha mempekerjakan puluhan pekerja dan ahli kayu.
"Dari 25 los itu jumlah pekerja ada sekitar 500 orang. Kita khawatir, mereka akan menganggur," ujar Sidik kepada wartawan, Kamis (8/5).
Menurut Sidik, pihaknya saat ini sedang bergotong-royong untuk membersihkan puing-puing bekas kebakaran. Setelah bersih pihaknya akan kembali membangun kios dan los darurat.
Sementara itu Kepala Dinas Pasar Kota Solo, Subagyo mengatakan, akan segera membangun pasar Mebel Ngemplak. Namun beberapa kendala hingga saat ini masih ditemui. Di antaranya mengenai desain bangunan yang cocok. Untuk sementara pihaknya akan membangun pasar darurat, setelah penyelidikan kepolisian selesai.
"Sebenarnya akan kita bangun, sejak kebakaran tahun 2009 lalu. Tapi belum ada kecocokan desain bangunan. Semoga kita segera sepakat tentang ini. Agar pasar bisa dibangun dengan desain yang aman, dan representatif," pungkasnya.