Dua PSK di Madura menyamar jadi tukang kopi

Masyarakat Kabupaten Pamekasan kini resah dengan maraknya praktik prostitusi dengan modus penjual kopi.

Ramadhian Fadillah
Oleh Ramadhian Fadillah - Reporter
Dua PSK di Madura menyamar jadi tukang kopi
Ilustrasi Prostitusi. ©2014 Merdeka.com

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemkab Pamekasan, Jawa Timur, menjaring dua orang pekerja seks komersial (PSK) dalam operasi yang digelar institusi itu, Jumat (25/4) malam."Dua PSK ini kami jaring di sebuah warung remang-remang dan mereka berpura-pura menjadi pedagang kopi," kata Kasi Penegak Perda Satpol PP Pamekasan Samsuridjal Arifin. Demikian dikutip antara, Sabtu (26/4).Kedua PSK itu kemudian langsung digelandang ke kantor Satpol PP di Jalan Pamong Praja Pamekasan. Mereka didata dan selanjutnya akan diserahkan ke Pengadilan Negeri Pamekasan untuk disidangkan.Menurut Samsuridjal Arifin, razia penyakit masyarakat yang digelar itu menindaklanjuti laporan masyarakat yang menyebutkan bahwa di Kabupaten Pamekasan kini marak praktik prostitusi dengan modus penjual kopi.Berdasarkan laporan itu, Satpol PP selanjutnya menindaklanjutinya dengan melakukan razia dan hasilnya memang terbukti ditemukan adanya PSK seperti yang disampaikan masyarakat dalam laporan itu."Kami juga sudah mengingatkan kepada pemilik warung agar tidak menampung PSK lagi. Pemiliknya menyanggupinya. Tapi jika nanti masih ditemukan, tentunya akan ditindak tegas," terang Arifin.Selain PSK, yang juga menjadi sasaran operasi Satpol PP itu adalah minuman keras, namun tidak ditemukan.Dia menjelaskan, ke depan operasi penyakit masyarakat akan terus ditingkatkan, hingga Pamekasan benar-benar bersih dari berbagai jenis penyakit sosial, termasuk PSK dan peredaran minum-minuman keras."Kami juga tentunya meminta peran aktif masyarakat untuk melaporkan jika ditemukan warung ataupun tempat lain yang menyediakan PSK. Kami tak ingin Pamekasan menjadi sarang PSK, karena Pamekasan merupakan kabupaten yang menerapkan syariat Islam melalui program Gerakan Pembangunan Masyarakat Islami (Gerbang Salam)," katanya menjelaskan.

Rekomendasi